Greet


Showing posts with label Tadzkiroh. Show all posts
Showing posts with label Tadzkiroh. Show all posts

Wednesday, February 12, 2014

Badai Pasti Berlalu?? Tidak Tanpa Taqwa


Sejak runtuhnya khilafah ustmaniyah pada awal abad 19, kaum muslimin dari ujung Maroko hingga Indonesia tak henti-hentinya diterjang ujian, kemunduran serta musibah dari Allah. Umat islam yang dulunya jaya makin hari makin mundur, lalu merebaknya fitnah terhadap orang-orang yang memegang teguh terhadap Dienul islam, serta banyak musibah yang Allah timpakan kepada sebagian kaum muslimin. Tak ketinggalan di negeri khatulistiwa Indonesia yang terkenal sebagai mayoritas penduduk muslim terbesar di dunia juga banyak mengalami hal tersebut. Termasuk akhir-akhir ini negeri bumi pertiwi kita ini banyak dilanda musibah yang tak henti-hentinya. Dari erupsi gunung berapi sampai banjir bandang menghantui Indonesia.

Sunday, February 2, 2014

Simpel Tapi Mengena

               
Hari ini pas capek-capek banget, baru selesai 9 hari seminar terus lanjut main sepak bola, rasanya badan pengen cepet istirahat. Tapi siangnya kita ada dua agenda yang sama-sama penting. Agenda taklim rutin pekanan setiap sabtu siang sama agenda kumpul ama mutazawwijiin. Badan capek ini saya paksa pokoknya harus ikut taklim walaupun capek terus belum persiapan untuk acara kumpul setelahnya. Qadarullah semua rasa capek dan pegel badan ini terasa terobati ketika sampai di tempat taklim. Subhanallah tanpa di duga ustadz pengisi taklim ushul fiqih yang biasanya ngisi kita lagi ada agenda di kampus IIUI. Kemudian sang ayah ustadz tersebut kebetulan datang di masjid tersebut dan beliau mengganti untuk ngisi taklim kita. Sang ayah ustadz kita tadi adalah ustadz DR. Fadhlu Ilaihi, seorang ulama senior dan masyhur di Pakistan terutama di kalangan kelompok Ahlu-e-hadith. Sungguh alangkah senangnya kami dengan kesempatan itu, karena banyak ikhwah-ikhwah kita ingin sekali belajar dengan beliau tapi belum di takdirkan kesampaian.

Sunday, March 3, 2013

MUSIBAH TERDAHSYAT UMAT MANUSIA

Dewasa ini kita banyak menjumpai di media-media massa tentang pemberitaan musibah-musibah besar yang menimpa kehidupan manusia. Mulai dari banjir bandang, gempa bumi, angin topan hingga badai el nino dan la nina. Musibah-musibah tersebut benar-benar memporak-porandakan aktivitas manusia, banyak memakan korban tewas hingga luka-luka berat. Bahkan dibeberapa tempat musibah tersebut mampu meluluh lantakan seluru sendi-sendi kehidupan manusia setempat. Tak ayal bermula dari musibah-musibah tersebut pemerintah-pemerintah dunia mulai mempersiapkan diri sebagai bentuk penanggulangan jikalau musibah besar akan datang kembali. Sehingga masyarakatpun mampu meminimalisir efek dan bahaya dari musibah tersebut.

Sunday, February 10, 2013

Nikmat Besar Jangan Disia-siakan

Terkadang kita kurang sadar terhadap apa yang telah Allah berikan kepada kita. Banyak sekali nikmat yang telah Allah berikan kita lalaikan dan tidak kita manfaatkan. Salah satu dari sekian banyak nikmat tersebut adalah nikmat Tholabul Ilmi. Banyak dari kita yang melalaikan nikmat besar ini. Kita tidak memanfaatkan nikmat tersebut dengan sebaik-baiknya. Jika kita mau merenung sejenak, tidak semua orang Allah beri kesempatan untuk mendapatkan nikmat ini dengan layak seperti kita saat ini. Dan jika kita mau berpikir lebih jauh lagi kita termasuk dari orang-orang pilihan. Allah telah memilih kita dari sekian ratus juta orang penduduk Indonesia untuk bisa mengenyam pendidikan yang layak, di institusi-institusi bagus dan bahkan beberapa bisa ke luar negeri. Maka hal ini adalah suatu nikmat besar yang tiada kira karena tidak semua orang bisa merasakan.

Tuesday, January 8, 2013

Cinta Hakiki Butuh Pengorbanan

Bicara soal cinta bukan suatu hal yang asing bagi kita terutama kaula muda yang sedang semangat-semangatnya mencari jodoh. Cinta adalah bagian penting dalam kehidupan manusia, tanpa cinta hidup jadi tiada rasa. Karena Allah menciptakan manusia satu paket dengan rasa cinta, cinta akan hawa nafsu ataupun cinta akan keimanan. Termasuk hikmah dari diciptakan ilmu bagi manusia adalah untuk memanage cinta yang benar, tanpa ilmu maka cinta yang muncul hanya cinta akan hawa nafsu seperti layaknya hewan.

Wednesday, November 7, 2012

Lupa Bawa Pulpen

“eh rek ane pinjem bolpoint donk, lupa bawa nih atau eh rek silih bolpene rek, ga kepiran bawa soale tadi, dll”. Pasti tak asing lagi buat kita soale sering banget mesti ngucapin kata-kata tadi, ntah dikelas, ditempat taklim, di seminar-seminar ato dimanapun. Tiba-tiba ketika ada temen pinjam polpen ke ane teringat kata-kata salah seorang ustaz di pondok dulu (lupa sapa yg ngomongnya, maklum da banyak pikiran soale hehe).

Wednesday, September 12, 2012

INGIN JADI PEMENANG???


Upin: “Bro pekan depan kita dapet undangan dari ikhwah thailand ada turnamen bola antar Negara di stadion utama Timnas dan pemenangnya dapet hadiah keren pokoknya”
Ipin: “wah brarti kita harus persiapan bener-bener nih cuy, supaya kita dapet juara satu meen, hehe”
Upin: ”btul…btul…btul. Kalo perlu kita ngadain TC ditmpat yg keren buat timnas mahasiswa kita, trus training-training yang lain. biar persiapan kita maksimal. Soale waktu da mepet nih bro.”
Ipin:  “seph, pkoke ane setuju lah, persiapan matang dan hasil akhire juara umum, theek hai jana??”
Upin: “acha Tikhe broo”
           Sedikit cuplikan dialog di atas di sadur dari kisah nyata lho, cuman ane permak biar lebih kliatan keren bin lebay cuplikan dialognya. Yang jelas itu pkoke kisah nyata kita temen-temen mahasiswa indo dapet undangan maen bola dari penyelenggara turnamen mahasiswa Thailand. 

Saturday, September 8, 2012

Penyakit Organ Vital


    Pren, banyak sekali di antara kita sering melupakan satu organ ini, organ yang bisa mempengarui tingkah polah tindak tanduk manusia. Jarang sekali di lakukan treatment (halah basa opo iku???) wes yang jelas sehat ga sehat yo mbuh terserah pokokmen jalan aja. Hah kalo gini mah makanya ga salah disebut Menungso : Menus-menus ga rumongso. Nah nama organ tersebut adalah hati utawi Qolbun. Hati sangatlah mempengaruhi ke shalihan plus ke Thalihan hidup manusia. Rosulullah Muhammad pernah bersabda:

Sesungguhnya di dalam jasad manusia itu ada sebuah gumpalan daging, jika dia baik maka baik pula seluruh jasad(tingkah)nya semua, dan jika dia buruk maka buruklah semua jasad manusia. Segumpalan itu adalah Hati. (Muttafaq ‘alaih)

Thursday, August 9, 2012

Lafazh Cinta Nabi Musa Alaihissalam


Sebuah perkataan cinta Nabiyulloh Musa…

Yang murni serta dilandasi keikhlasan untuk ridho Allah semata…  

Tak terbetikpun hawa nafsu dalam melafazkannya… 

Sebuah kata yang biasa tapi mampu menumbuhkan rasa cinta….

Kata cinta yg penuh makna…

Hanya jiwa suci yang mampu mengungkap serta merasakan maknanya…

            Sedikit petikan puisi diatas yg melambangkan perkataan cinta Nabi Musa. Tapi sob sebelum lebih jauh mendalami kata2 cinta nabi Musa, akan sedikit ane nukilkan kisah nabi Musa yg menjadi dasar mngapa ane katakan sebagai lafazh Cinta Nabi Musa. Cerita yg serat makna yg luara biasa sob. Ini nih ceritanya…

Tuesday, June 26, 2012

Panas Yang Mengingatkan


Rasane kayak pengin ‘misuh’ pas jalan ke kampus dari tempat tinggal, ya sekitar stengah jam perjalananlah. Udah panas ditambah lagi ditengah jalan sepeda yg tak naiki rusak pedalnya. Suhunya ya kira2 43’C lah. Bayangin aja di Jakarta yang panase dah ga nguati aja cuman 33-34 lah. Wuih rasane mau mbasahi bibir dah ga bisa, mau ngludah apa lagi, dah kering ring ring tenggorokan.
Tiba2 pas puncak2e kering nih tenggorokan, teringat orang2 yang dagang keliling menjajakan jualanya tuk sekedar mencari sesuap nasi bagi anak2 dan istrinya. Kemudian ingat pegawai2 penyiram taman kota. Mereka semua rela berpanas panas dan tak mengeluh dengan apa yg dia alami. Tak kenal lelah walaupun berpanas ria. Selalu semangat dalam menjalaninya.
“Ya opo sih koq kuat men mereka??”, gumamku.

Friday, June 15, 2012

JADILAH PENDENGAR YANG BAIK


Bruuaaakkk… tiba-tiba terdengar suara gebrakan tangan di meja, ternyata baru terjadi percekcokan yang luar biasa antara Pakistani (biasa, tau sendirikan gimana kalau orang Pakistan lagi bertengkar). Kejadian ini terjadi ketika sedang di kelas kursus bahasa inggris, berawal dari seorang Pakistan yang disuruh oleh tutor English tuk maju kedepan jawab soal tapi dia ga jawab dengan benar, kemudian diejeklah dia sama seorang temannya yang memang terkenal pandai di kelas, begini kira-kira, ”nte tuh gimana sih pak tutor uda jelasin berkali kali, msih aja ga bisa jawab!”.(pake Indonesia soalnya udah nanya artinya apa ke orang Pakistan,hhe). Ternyata setelah diadakan study kasus (ya elah kayak apaan aja), si orang yang maju ini katanya sih sudah pernah mendapat materi yang tadi disampaikan, dan dia pun ga memperhatikan. Setelah terjadi diskusi panjang akhirnya dia mengakui kesalahannya ternyata ada satu poin yang di sampaikan tutor yang belum pernah dia dapat sebelumnya.

Thursday, May 17, 2012

Selama Masih Ada Setan, Santri Tetep Bisa Nglanggar


            “Selama masih ada setan, santri tetep aja bisa nglanggar”, itulah salah satu perkataan seorang ustadz di sebuah Ma’had (pondok pesantren) ketika sedang rapat membahas aturan-aturan ma’had yang sering dilanggar ama santri-santrinya (hayoo ngakuu santri yg sering nglanggar, hha..).  kalo ga salah waktu itu ustadz ini sedang ngomentarin santri-santri kaburan. Dengan nada yang tenang dan santai beliau membantah dengan perkataan itu, argumen-argumen semua ustadz yang berkomen ini itu ini itu tentang peraturan pondok. Hahaha… memang keren bener ni ustadz, nyantai plus berwibawa.
                Sebenarnya kalo dipikir pikir sih benar juga apa adanya tuh perkataan. Nggak hanya di pondok aja tapi di luar aspek pondok pun juga benar. Sebenarnya di pondok atau bahasa kerennya lagi penjara suci (Holy Jail bro, hahaha) sama di luar pondok pun sama saja, Setan tetep aja menggoda, ga pandang bulu rek…

Tuesday, April 10, 2012

SEMANGKUK NASEHAT


       Terkadang kita sebagai tholibul ilmi sering kali lupa akan beberapa hal yg pokok dalam tholabul ilmi. Kita hanya mengejar banyaknya jumlah ilmu yang dipelajari dan mengejar label-label atau kedudukan yang akan kita dapatkan di masyarakat tanpa menghiraukan sebuah pokok atau pondasi utama dalam bertholabul ilmi. Di sinilah letak kelemahan kita sebagai tholibul ilmi, banyak mencari ilmu tapi lupa akan memperkokoh pondasi tholabul ilmi.
          Ia adalah niat, inilah pondasi yang sering lupa untuk diperkokoh oleh tholibul ilmi. Padahal niat ini adalah penyangga utama dalam mencari ilmu. Niat ini bisa diumpamakan seperti cakar ayam dalam pondasi sebuah bangunan,