Suatu hari saat berjalan jalan
keliling kota,
saat memperhatikan toko2, warung2 dll, hanya satu kata,” masya allah koq bs kyk
gitu (ga layak tuh utk sebuah warung makan ataupun toko)”. Tulisannya sih VIP
tapi kenyataannya ekonomi aj udah maksa tuh, payah…. Tempatnya, kebersihannya masya allah… yang
kayak gitu ga cuman 1 atau 2 tapi banyak. Memang dsini jiwa persaingan dan
inovasi sangatlah minim, yang penting laku dan yang penting banyak pelanggan
dan yang penting yang penting yang lain ga mikirkan kenyamanan. Padahal
kenyamanan, inovasi dan persaingan bisa menjadi satu titik ketertarikan
pelanggan tuk mendatanginya.
Inilah
sebuah potret kehidupan yang cukup miris, hanya berprinsip pada kata yang
penting dan yang penting tanpa melihat aspek-aspek penunjang yang lain. Mungkin
contoh diatas hanya gambaran dalam hal kelayakan warung makan atau toko.
Mungkin cukup remeh, tapi dari situlah bisa ditarik kebanyak hal. Terutama dalam kepribadian manusia dalam menjalani kehidupan social dan ekonominya. Betapa tidak jika kita ambil satu contoh saja, misalkan ada seorang manusia yang dia dalam berpenampilan sangatlah kurang, tidak enak dipandang dan yang penting jalan saja, pasti juga akan sama dengan warung di atas, orang2 akan enggan dan berpikir berulang kali utk mendekatinya. Itu hnya baru satu contoh kejadian, masih banyak contoh di aspek lain.
Mungkin cukup remeh, tapi dari situlah bisa ditarik kebanyak hal. Terutama dalam kepribadian manusia dalam menjalani kehidupan social dan ekonominya. Betapa tidak jika kita ambil satu contoh saja, misalkan ada seorang manusia yang dia dalam berpenampilan sangatlah kurang, tidak enak dipandang dan yang penting jalan saja, pasti juga akan sama dengan warung di atas, orang2 akan enggan dan berpikir berulang kali utk mendekatinya. Itu hnya baru satu contoh kejadian, masih banyak contoh di aspek lain.
Dalam
masalah seperti ini jadi teringat perkataan mudirul ma’had isy karima Ust
Syihabuddin al hafizh. Beliau mengatakan bahwa jadikanlah 3N sebagai kaidah
usul dalam hidup, 3N: NITENI(melihat n memperhatikan) , NIRO’KE(menirukan), dan
NAMBAHI(menambahi), maka kita insha allah akan sukses dalam menjalani hidup.
Benar juga perkataan beliau, jika kita mengaplikasikan perkataan beliau diatas
dalam kehidupan kita di semua aspek, maka
akan membantu sekali dalam menghadapi gelombang kehidupan.
Jika
kita mau berpikir, di semua aspek akan bisa diterapkan 3N tadi, contoh saja
dalam sisi Sosial manusia sangat bisa diterpakan, dalam hal berinteraksi dengan
sesama supaya kita menjadi lebih berakhlak dan orang senang dengan kita.
Caranya kita mencari sesosok orang yang disegani dan berakhlak di sebuah
lingkungan, supaya kita bisa menerapkan 3N, N yg pertama adalah kita niteni (melihat) bagaimana kehidupan
social dia di masyarakat, kemudian setelah niteni, N yg kedua adalah kita niro’ke (menirukan), bagaimana dia
berperilaku dan bertindak, kmudian untuk N yg ketiga sebagai bentuk dari
inovasi kita adalah nambahi (menambahi)
dari apa yg dia miliki, sehingga kita bisa menjadi seperti dia atau bahkan
lebih.
Kemudian
contoh lain adalah dari aspek ekonomi lebih khususnya dunia perbisnisan. Supaya
bisnis kita lebih maju kita tinggal lakukan 3N seperti di atas, begitu juga
aspek pendidikan, perpolitikan dan aspek-aspek yang lain kta juga tinggal
terapkan langsung kaidah 3N. mungkin kelihatannya 3N ini sepele, tapi seperti
yg beliau mudir isy karima katakan bahwa walaupun ini kelihatannya remeh tapi
3N ini bisa menjadi sebuah power yang akan memberi kekuatan kepada kita.
Oleh
karena itu, untuk mencapai kesuksesan selain berdoa kepada sang maha kuasa kita
juga harus menunjukannya dengan amalan, karena itulah pengertian dari tawakal
yaitu doa yang dibarengi usaha, maka mari kita jadikan 3N ini sebagai salah
satu dari bentuk usaha kita untuk mencapai kesuksesan. Wallohu’alam
No comments:
Post a Comment