Dalam pergaulan sehari hari kadang kita sering
mendengar orang memanggil temannya dengan nama yang aneh, yang tidak logis klo
untuk sebuah nama. Semisal woi dhus wedhus mreneo, atau woi bo (kebo), woi
mbul(gembul), woi thus(kenthus), woi rut(jirut, curut), woi cuk(jianc*k) atau
woi2 yg lain(weh ki jane meh ngsih contoh po mlah ngajari kie??hhe..). ketika
khuznudzon mode on saat mendengar nama2 di atas sangatlah tdk mngkin kalau itu
nama aslinya, pasti itu nama laqob jelek pda teman orang tersebut. Kadang
kala kita sering pula mendengar orang mengejek temaannya,” nte tuh lho kabotan
jeneng rek, kapiken jnenge..”.
Sebenarnya tanpa sadar jika kita memanggil teman atau saudara kita dengan laqob
atau julukan yg jelek berarti kita telah menyerupakan orng tersebut
dengan laqob jelek yang diberikan.Padahal nama, yang dalam bahasa Arabnya adalah ism, menurut sebagian orang merupakan bentukan dari kata wasm yang berarti tanda ('alamah). Maka dengan nama seseorang dapat diketahui dan dia menjadi tanda bagi yang bersangkutan. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman:
“Hai Zakariya, sesungguhnya Kami memberi kabar gembira kepadamu akan (beroleh) seorang anak yang namanya Yahya, yang sebelumnya Kami belum pernah menciptakan orang yang serupa dengan dia.” (QS. Thoha [19]:7)
Dengan kata lain dari ayat diatas nama di gunakan sebagai tanda dan pembeda dengan orang yang lain. Jadi ketika kita memanggil teman denga julukan khinzir brarti kita secara tidak langsung telah menyerupakan dia dengan khinzir tersebut, begitu juga dengan laqob2 jelek yg lain berarti juga telah menyerupakan kepada kejelekan tersebut.
Di dalam sebuah nama itu sendiri mengandung unsur doa untuk yang dinamai atau bahkan untuk tujuan agar orang tersebut menjadi seperti nama tersebut. Yang perlu di yakini adalah sebuah nama, julukan atau gelar yang baik akan membawa pengaruh yang baik dalam jiwa saat pertama kali menyebut dan mendengarnya. Oleh karena itu, Allah memerintahkan kita untuk berdo’a kepada-Nya dengan menyifati-Nya dengan nama dan sifat-sifat yang baik, firman-Nya:
“Hanya milik Allah asma ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaul husna itu....”(QS. al-A’rof [7]: 180)
Jadi istilah ente keberatan nama sama sekali salah, justru dengan nama-nama yang “berat” tersebut supaya mendoakan si pemilik nama agar menjadi seperti nama tersebut. Nama Nashiruddin albani supaya si pemilik nama menjadi seperti sosok ulama tersebut, lalu nama huznul muttaqien supaya orang tersebut menjadi orang yang baik dan bertaqwa, nama Mar’atus sholehah supaya orang tersebut menjadi wanita yg sholehah, nama Nisa thahirah supaya orang tersebut menjadi wanita yang suci, dan nama-nama baik yang lain.
Sungguh tidak benarlah apa yang telah dikatakan william shakespare,” what’s in a name?? (apalah arti sebuah nama??)”. apa yang telah william katakan sangatlah salah padahal nama sangat memiliki arti bagi pemiliknya, nama merupakan tanda dan merupakan doa bagi pemiliknya.
Maka dari itu panggilah nama saudara atau temanmu
dengan namanya, atau panggilah dengan gelar ato laqob yang baik supaya laqob
tersebut mampu mewarnai dan memotivasi orang tersebut dan diridhoi oleh orang
yang kita beri laqob, seperti halnya Rosululloh selalu memberi laqob yang baik
kepada para sahabatnya, dan mereka ridho dan senang dengan laqob tersebut.
Wallohu’alam
No comments:
Post a Comment