Greet


Thursday, February 9, 2012

....ARTI SEBUAH NAMA....


Dalam pergaulan sehari hari kadang kita sering mendengar orang memanggil temannya dengan nama yang aneh, yang tidak logis klo untuk sebuah nama. Semisal woi dhus wedhus mreneo, atau woi bo (kebo), woi mbul(gembul), woi thus(kenthus), woi rut(jirut, curut), woi cuk(jianc*k) atau woi2 yg lain(weh ki jane meh ngsih contoh po mlah ngajari kie??hhe..). ketika khuznudzon mode on saat mendengar nama2 di atas sangatlah tdk mngkin kalau itu nama aslinya,  pasti itu nama laqob jelek pda teman orang tersebut. Kadang kala kita sering pula mendengar orang mengejek temaannya,” nte tuh lho kabotan jeneng rek, kapiken jnenge..”.
            Sebenarnya tanpa sadar jika kita memanggil teman atau saudara kita dengan laqob atau julukan yg jelek berarti kita  telah menyerupakan orng tersebut dengan laqob jelek yang diberikan.
Padahal nama, yang dalam bahasa Arabnya adalah ism, menurut sebagian orang merupakan bentukan dari kata wasm yang berarti tanda ('alamah). Maka dengan nama seseorang dapat diketahui dan dia menjadi tanda bagi yang bersangkutan. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman:
Hai Zakariya, sesungguhnya Kami memberi kabar gembira kepadamu akan (beroleh) seorang anak yang namanya Yahya, yang sebelumnya Kami belum pernah menciptakan orang yang serupa dengan dia.” (QS. Thoha [19]:7)
Dengan kata lain dari ayat diatas nama di gunakan sebagai tanda dan pembeda dengan orang yang lain. Jadi ketika kita memanggil teman denga julukan khinzir brarti kita secara tidak langsung telah menyerupakan dia dengan khinzir tersebut, begitu juga dengan laqob2 jelek yg lain berarti juga telah menyerupakan kepada kejelekan tersebut.
            Di dalam sebuah nama itu sendiri mengandung unsur doa untuk yang dinamai atau bahkan untuk tujuan agar orang tersebut menjadi seperti nama tersebut. Yang perlu di yakini adalah sebuah nama, julukan atau gelar yang baik akan membawa pengaruh yang baik dalam jiwa saat pertama kali menyebut dan mendengarnya. Oleh karena itu, Allah memerintahkan kita untuk berdo’a kepada-Nya dengan menyifati-Nya dengan nama dan sifat-sifat yang baik, firman-Nya:
“Hanya milik Allah asma ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaul husna itu....”(QS. al-A’rof [7]: 180)
Jadi istilah ente keberatan nama sama sekali salah, justru dengan nama-nama yang “berat” tersebut supaya mendoakan si pemilik nama agar menjadi seperti nama tersebut. Nama  Nashiruddin albani supaya si pemilik nama menjadi seperti sosok ulama tersebut, lalu nama huznul muttaqien supaya orang tersebut menjadi orang yang baik dan bertaqwa, nama Mar’atus sholehah supaya orang tersebut menjadi wanita yg sholehah, nama Nisa thahirah supaya orang tersebut menjadi wanita yang suci, dan nama-nama baik yang lain.
            Sungguh tidak benarlah apa yang telah dikatakan william shakespare,” what’s in a name?? (apalah arti sebuah nama??)”. apa yang telah william katakan sangatlah salah padahal nama sangat memiliki arti bagi pemiliknya, nama merupakan tanda dan merupakan doa bagi pemiliknya.
Maka dari itu panggilah nama saudara atau temanmu dengan namanya, atau panggilah dengan gelar ato laqob yang baik supaya laqob tersebut mampu mewarnai dan memotivasi orang tersebut dan diridhoi oleh orang yang kita beri laqob, seperti halnya Rosululloh selalu memberi laqob yang baik kepada para sahabatnya, dan mereka ridho dan senang dengan laqob tersebut. Wallohu’alam

No comments:

Post a Comment