Dalam obrolan, diskusi atau
perbincangan dengan teman kita sering diejek dengan istilah,” KAMU INI LHO JADI
MANUSIA YA JANGAN KAYAK AIRLAH YG HANYA MENGALIR MENGIKUTI ARUS….”. Tapi benarkah seperti itu???.
Jika
kita mau membuka kembali pelajaran fiqih kita di bab awal masalah thoharoh,
kita mungkin akan berpikir sekali lagi untuk mengatakan perkataan tadi. Di
dalam kitab fiqih tersebut kita akan menemukan tentang filosofi air yang sangat
bagus untuk diterapkan dalam kehidupan kita. Filsofi tersebut adalah air itu
ada tiga jenis, air suci dan mensucikan,
air suci tapi tidak mensucikan, dan air najis.
Jika
kita mencermati filosofi di atas, kenyataanya
manusia itu ibarat dengan air. Ada
manusia baik dan membawa kebaikan, ada manusia baik tapi tidak membawa kebaikan
(baik untuk dirinya saja), dan terakhir ada pula manusia yang buruk plus
membawa keburukan.
Pengibaratan di atas sangatlah sesuai dengan sisi sosiologi manusia, bagaimana peranan manusia di masyarakat, apakah bermanfaat atau hanya sebagai sampah masyarakat.
Pengibaratan di atas sangatlah sesuai dengan sisi sosiologi manusia, bagaimana peranan manusia di masyarakat, apakah bermanfaat atau hanya sebagai sampah masyarakat.
Di
sinilah, kita harus menjadikan filosofi air tadi sebagai barometer dalam
kehidupan kita. Di manakah letak kita, dijenis yang pertamakah? Keduakah? Atau
ketiga?. Dengan kita menjadikan filosofi air sebagai barometer kehidupan, itu
akan sangat memotivasi kinerja hidup, kita akan berusaha menjadi air jenis pertama yang baik dan menyebarkan
kebaikan bagi manusia, seperti air yang membawa manfaat bagi kehidupan. Dan kami turunkan dari langit air, lalu
darinya tumbuh buah buahan sebagai rezeki untukmu (al baqarah:22) dan di
ayat lain, dan kami jadikan dari air
segala sesuatu itu hidup.
Dan
dengan barometer tadi pula kita akan termotivasi untuk terus mendalami dienul
islam tafaqquh fiddien dengan banyak
belajar dan juga kita akan termotivasi untuk terus beramal dan berkarya supaya
menjadi manfaat dan membawa kebaikan di masyarakat. Allah berfirman, (”beramalah
kalian maka allah, rosulnya dan orang2 mukmin akan melihat amalan kalian”). Dengan
banyak beramal dan berkarya maka orang2 akan melihat kita seberapa besar
peranan kita dimasyarakat, berhasilkah kita dalam tafaqquh fiddien.
Sebarnya
kita harusnya senang jika di ejek teman dengan ibarat air, maka jawablah dengan
percaya diri bahwa saya memang seperti
air, tapi air yang bukan mengikuti arus, tapi air yang senantiasa membawa arus,
arus kebaikan, arus perbaikan serta arus perubahan.
Oleh karena itu
brother, mari kita terus melakukan perbaikan diri, beramal dan berkarya supaya
kita menjadi manusia yang baik serta membawa kebaikan seperti halnya air, yang
suci serta mensucikan. Keep spirit, Let’s change ourself to be better then
before…
No comments:
Post a Comment