Greet


Thursday, January 26, 2012

Manusia Ibarat Air


               Dalam obrolan, diskusi atau perbincangan dengan teman kita sering diejek dengan istilah,” KAMU INI LHO JADI MANUSIA YA JANGAN KAYAK AIRLAH YG HANYA MENGALIR MENGIKUTI ARUS….”.  Tapi benarkah seperti itu???.
            Jika kita mau membuka kembali pelajaran fiqih kita di bab awal masalah thoharoh, kita mungkin akan berpikir sekali lagi untuk mengatakan perkataan tadi. Di dalam kitab fiqih tersebut kita akan menemukan tentang filosofi air yang sangat bagus untuk diterapkan dalam kehidupan kita. Filsofi tersebut adalah air itu ada tiga jenis, air suci dan mensucikan, air suci tapi tidak mensucikan, dan air najis.
            Jika kita mencermati filosofi di atas, kenyataanya  manusia itu ibarat dengan air. Ada manusia baik dan membawa kebaikan, ada manusia baik tapi tidak membawa kebaikan (baik untuk dirinya saja), dan terakhir ada pula manusia yang buruk plus membawa keburukan.
Pengibaratan di atas sangatlah sesuai dengan sisi sosiologi manusia, bagaimana peranan manusia di masyarakat, apakah bermanfaat atau hanya sebagai sampah masyarakat.
            Di sinilah, kita harus menjadikan filosofi air tadi sebagai barometer dalam kehidupan kita. Di manakah letak kita, dijenis yang pertamakah? Keduakah? Atau ketiga?. Dengan kita menjadikan filosofi air sebagai barometer kehidupan, itu akan sangat memotivasi kinerja hidup, kita akan berusaha menjadi air  jenis pertama yang baik dan menyebarkan kebaikan bagi manusia, seperti air yang membawa manfaat bagi kehidupan. Dan kami turunkan dari langit air, lalu darinya tumbuh buah buahan sebagai rezeki untukmu (al baqarah:22) dan di ayat lain, dan kami jadikan dari air segala sesuatu itu hidup.
            Dan dengan barometer tadi pula kita akan termotivasi untuk terus mendalami dienul islam tafaqquh fiddien dengan banyak belajar dan juga kita akan termotivasi untuk terus beramal dan berkarya supaya menjadi manfaat dan membawa kebaikan di masyarakat.  Allah berfirman, (beramalah kalian maka allah, rosulnya dan orang2 mukmin akan melihat amalan kalian”). Dengan banyak beramal dan berkarya maka orang2 akan melihat kita seberapa besar peranan kita dimasyarakat, berhasilkah kita dalam tafaqquh fiddien.
            Sebarnya kita harusnya senang jika di ejek teman dengan ibarat air, maka jawablah dengan percaya diri bahwa saya memang seperti air, tapi air yang bukan mengikuti arus, tapi air yang senantiasa membawa arus, arus kebaikan, arus perbaikan serta arus perubahan.
Oleh karena itu brother, mari kita terus melakukan perbaikan diri, beramal dan berkarya supaya kita menjadi manusia yang baik serta membawa kebaikan seperti halnya air, yang suci serta mensucikan. Keep spirit, Let’s change ourself to be better then before…  
  
           
             
           

No comments:

Post a Comment