Sebagai pemuda atau pemudi so pasti pengin dapet pendanping
yang ‘Fauqol Mumtaz’ ga ecek-ecekan yang suka ngumbar and ga menjaga
diri. Sapa coba yang mau dapet pendamping yang hobinya maksiatan atau
tura-turuan?? Pasti ga ada yang kepinginkan. Nah maka dari itu kita harus sadar
diri atau bahasa kerennya, “Ngoco o tho lee”.
Kadang kita
tanpa sadar terlalu berharap tinggi tuk dapet jodoh yang baik yang mampu
menjadikan kita semangat dalam beribadah. Ya ini bener tak ada salahnya, tapi
ya itu tadi kita harus berpedoman pada kaidah rabi “Ngoco o tho lee”. Ngoco o
tho le, bagi yang ga paham bahasa gaul ntuh kata maksudnya berkacalah tho
pada diri.
Nah berkaca tuh penting, kita mengharap suatu yang tinggi di pasangan kita tapi kita lupa terhadap diri sendiri, lupa daratan. Banyak orang yang berharap dapet pendamping yang selalu jaga diri tapi dirinya sendiri tak pernah menjaga diri. Kemudian ada juga yang pengin dapet pendamping yang rajin tahajud tapi dia ndiri ga pernah tahajud. Lalu ada yang pengin pula dapet istri yang rajin tapi dia sendiri hobine ‘tura-turu’ bin ‘glundang-glundung’ di kasur. Apakah mungkin seperti itu?? Mengenai soal ini jadi teringat nih ma perkataan ustadz ane di Ma’had, al ustadz Syarqun Al Hafizh. Waktu itu pas halaqoh rutin pekanan, belaiu menyampaikan, “Jangan berharap kita dapet istri yang rajin qiyamul lail kalau kita sendiri hobine mung turuan, pol2an istrine yo hobine turuan, kalau ga percaya buktikan sendiri (pye mbuktikane? haha)”.
Nah berkaca tuh penting, kita mengharap suatu yang tinggi di pasangan kita tapi kita lupa terhadap diri sendiri, lupa daratan. Banyak orang yang berharap dapet pendamping yang selalu jaga diri tapi dirinya sendiri tak pernah menjaga diri. Kemudian ada juga yang pengin dapet pendamping yang rajin tahajud tapi dia ndiri ga pernah tahajud. Lalu ada yang pengin pula dapet istri yang rajin tapi dia sendiri hobine ‘tura-turu’ bin ‘glundang-glundung’ di kasur. Apakah mungkin seperti itu?? Mengenai soal ini jadi teringat nih ma perkataan ustadz ane di Ma’had, al ustadz Syarqun Al Hafizh. Waktu itu pas halaqoh rutin pekanan, belaiu menyampaikan, “Jangan berharap kita dapet istri yang rajin qiyamul lail kalau kita sendiri hobine mung turuan, pol2an istrine yo hobine turuan, kalau ga percaya buktikan sendiri (pye mbuktikane? haha)”.
Allah juga
telah menjelaskannya dalam surat Al Ahzab ayat 35:
“Sesungguhnya laki-laki dan perempuan
yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin[1218],
laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan
yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang
khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang
berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan
perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk
mereka ampunan dan pahala yang besar.”
Memang sudah
sunnatullah ketika orang baik pasti akan dapat orang baik, begitu juga orang
yang selalu memelihara kehormatannya juga akan dapat pasangan yang sama,
seperti yang Allah firmankan. Jadi secara tidak langsung ayat itu juga
membeitahu kita bahwa pasangan kita akan sesuai dengan diri kita, tidak akan
menyelisihi.
Kalau kata orang-orang yang
sudah nikah, ternyata istri dan suami tuh mirip satu sama lain, ntah fisiknya
atau perilaku dan peribadahannya. Pkoke intine suami and istri ga akan jauh
bedalah. Maka dari itu kawan bagi kita yang belum nikah, sebelum kita
mengharapkan dapet jodoh yang kualitasnya keren, kita harus sadar buat diri
kita berkualitas keren juga. Jangan malah cuman harapan doank yang tinggi tapi
lupa daratan. Makane Sadar donk Bro!! (hahaa mekso judule dimasukan).
No comments:
Post a Comment