Greet


Thursday, August 9, 2012

Lafazh Cinta Nabi Musa Alaihissalam


Sebuah perkataan cinta Nabiyulloh Musa…

Yang murni serta dilandasi keikhlasan untuk ridho Allah semata…  

Tak terbetikpun hawa nafsu dalam melafazkannya… 

Sebuah kata yang biasa tapi mampu menumbuhkan rasa cinta….

Kata cinta yg penuh makna…

Hanya jiwa suci yang mampu mengungkap serta merasakan maknanya…

            Sedikit petikan puisi diatas yg melambangkan perkataan cinta Nabi Musa. Tapi sob sebelum lebih jauh mendalami kata2 cinta nabi Musa, akan sedikit ane nukilkan kisah nabi Musa yg menjadi dasar mngapa ane katakan sebagai lafazh Cinta Nabi Musa. Cerita yg serat makna yg luara biasa sob. Ini nih ceritanya…
            Cerita dari buku “Kisah-Kisah Orang Buron Dalam Islam” Karya Abu Jandal Al Azdi yg dinukil dari Surat Al Qoshosh: 20-28. Cerita berawal ketika Firaun dan para petinggi kerajaan memutuskan untuk mengejar dan membunuh musa karena khawatir akan adanya pemberontakan darinya. Kemudian datanglah seorang pemuda memberi kabar kepada Musa bahwa ia akan dibunuh Oleh Firaun dan bala tentaranya. Saat itu juga Allah memerintahkan Musa untuk pergi dari kampong halamannya menuju ke arah Negeri Madyan yg terletak diselatan Syam. Negeri yg teramat jauh dari kampong halaman Musa. Beliau pergi dengan keadaan was-was dan takut dan hanya berbekal keyakinan akan pertolongan Allah semata.
            Tatkala memasuki Negeri Madyan Beliau melihat para penggembala kambing yg sedang meminumkan kambing-kambing mereka. Dalam keadaan lelah beliau terus berjalan menyusuri mata air kaum madyan sampai akhirnya beliau melihat dua sosok wanita yang menambatkan kambingnya menunggu para penggembala pria lain selesai meminumkan ternak mereka. Dan inilah Lafazh cinta nabi Musa, “Kalian Berdua Kenapa?”
            Mungkin lafazh nabi Musa diatas terlihat biasa. Kalau bisa dikata ngga keren atau nggombal kayak anak muda jaman sekarang. Tapi jika kita mau mendalami lebih dalam kisah diatas tadi, betapa dahsyatnya perkataan nabi Musa dikisah tadi yg akhirnya menumbuhkan cinta. Di dalam kisah tersebut bahwa nabi musa tertimpa rasa lelah yg teramat sangat akibat perjalanan jauh karena dikejar kejar bala tentara firaun. Kemudian cuaca saat itu sangatlah panas. Nabi Musa pula adalah orang asing di Negeri Madyan. Saat Beliau melihat 2 orang wanita yg menambatkan kambing2nya karena tidak mau berdesak desakan dengan para pria dan rela mendapatkan sisa2 air dari pada harus bercampur dengan laki-laki. Maka Bergejolaklah Fitroh Musa sebagai Pria yg sehat dan kuat. Akhirnya Musa pun maju untuk mengambilkan air yg akan diberikan kekambing 2 wanita tadi walaupun dirinya pun masih sangat teramat lelah. Setelah menolong ke 2 wanita tadi. Musa pun langsung pergi ketempat teduh dan tidak mengharap apapun dari ke 2 wanita. Hal ini akan sangat berbeda dengan kebanyakan para pemuda sekarang, menolong wanita tapi ada maunya dibelakangnya. Ingin ini itu bahkan Naudzubillah menginginkan yg ‘ngga2’ dari wanita yg ditolong tersebut. Tapi tidak dengan nabi Musa beliau hanya mengharap kebaikan dari Allah, ini terlihat dari perkataan beliau saat berteduh, “Wahai Rabbku sesungguhnya aku sangat memerlukan kebaikan yg Engkau turunkan kepadaku”.
            Dan di akhir kisah diatas tadi, 2 wanita itu menceritakan kepada ayahnya yaitu Syuaib tentang pertolongan pemuda tadi yg tidak lain adalah Musa. Kemudian akhirnya salah seorang diantara mereka diminta memanggil Musa menghadap Syuaib. Lalu salah satu dari ke 2 putrinya meminta ayahnya untuk memperkerjakan karena dia lelaki kuat juga terpercaya. Si putri tadi menceritakan bagaimana ia kuat dalam menimba air serta terpercaya karena selalu menjaga pandangan tatkala berbicara padanya. Akhirnya Allah membalas Doa dari musa lewat Syuaib yg meminta dia untuk menikahi salah satu dari kedua putrinya dan berkerja untuknya. Dan akhirnya pula juga terbebas dari kejaran bala tentara Firaun.

            itulah kisah tentang Lafazh Cinta nabi Musa, lafazh cinta yg dilandasi karena Allah bukan karena hawa nafsu karena wanita. Akhirnya memunculkan rasa cinta dari syuaib dan ke 2 putrinya kepada Nabi Musa. Wallohua’lam.

No comments:

Post a Comment