Sebuah perkataan cinta
Nabiyulloh Musa…
Yang murni serta dilandasi
keikhlasan untuk ridho Allah semata…
Tak terbetikpun hawa nafsu
dalam melafazkannya…
Sebuah kata yang biasa tapi
mampu menumbuhkan rasa cinta….
Kata cinta yg penuh makna…
Hanya jiwa suci yang mampu
mengungkap serta merasakan maknanya…
Sedikit petikan puisi diatas yg melambangkan perkataan
cinta Nabi Musa. Tapi sob sebelum lebih jauh mendalami kata2 cinta nabi Musa,
akan sedikit ane nukilkan kisah nabi Musa yg menjadi dasar mngapa ane katakan sebagai
lafazh Cinta Nabi Musa. Cerita yg serat makna yg luara biasa sob. Ini nih
ceritanya…
Cerita dari buku “Kisah-Kisah Orang Buron Dalam Islam”
Karya Abu Jandal Al Azdi yg dinukil dari Surat Al Qoshosh: 20-28. Cerita
berawal ketika Firaun dan para petinggi kerajaan memutuskan untuk mengejar dan
membunuh musa karena khawatir akan adanya pemberontakan darinya. Kemudian
datanglah seorang pemuda memberi kabar kepada Musa bahwa ia akan dibunuh Oleh
Firaun dan bala tentaranya. Saat itu juga Allah memerintahkan Musa untuk pergi
dari kampong halamannya menuju ke arah Negeri Madyan yg terletak diselatan
Syam. Negeri yg teramat jauh dari kampong halaman Musa. Beliau pergi dengan
keadaan was-was dan takut dan hanya berbekal keyakinan akan pertolongan Allah
semata.
Tatkala memasuki Negeri Madyan Beliau melihat para
penggembala kambing yg sedang meminumkan kambing-kambing mereka. Dalam keadaan
lelah beliau terus berjalan menyusuri mata air kaum madyan sampai akhirnya
beliau melihat dua sosok wanita yang menambatkan kambingnya menunggu para
penggembala pria lain selesai meminumkan ternak mereka. Dan inilah Lafazh cinta
nabi Musa, “Kalian Berdua Kenapa?”
Mungkin lafazh nabi Musa diatas terlihat biasa. Kalau bisa
dikata ngga keren atau nggombal kayak anak muda jaman sekarang. Tapi jika kita
mau mendalami lebih dalam kisah diatas tadi, betapa dahsyatnya perkataan nabi
Musa dikisah tadi yg akhirnya menumbuhkan cinta. Di dalam kisah tersebut bahwa
nabi musa tertimpa rasa lelah yg teramat sangat akibat perjalanan jauh karena
dikejar kejar bala tentara firaun. Kemudian cuaca saat itu sangatlah panas.
Nabi Musa pula adalah orang asing di Negeri Madyan. Saat Beliau melihat 2 orang
wanita yg menambatkan kambing2nya karena tidak mau berdesak desakan dengan para
pria dan rela mendapatkan sisa2 air dari pada harus bercampur dengan laki-laki.
Maka Bergejolaklah Fitroh Musa sebagai Pria yg sehat dan kuat. Akhirnya Musa pun
maju untuk mengambilkan air yg akan diberikan kekambing 2 wanita tadi walaupun
dirinya pun masih sangat teramat lelah. Setelah menolong ke 2 wanita tadi. Musa
pun langsung pergi ketempat teduh dan tidak mengharap apapun dari ke 2 wanita. Hal
ini akan sangat berbeda dengan kebanyakan para pemuda sekarang, menolong wanita
tapi ada maunya dibelakangnya. Ingin ini itu bahkan Naudzubillah menginginkan
yg ‘ngga2’ dari wanita yg ditolong tersebut. Tapi tidak dengan nabi Musa beliau
hanya mengharap kebaikan dari Allah, ini terlihat dari perkataan beliau saat
berteduh, “Wahai Rabbku sesungguhnya aku sangat memerlukan kebaikan yg Engkau
turunkan kepadaku”.
Dan di akhir kisah diatas tadi, 2 wanita itu menceritakan
kepada ayahnya yaitu Syuaib tentang pertolongan pemuda tadi yg tidak lain
adalah Musa. Kemudian akhirnya salah seorang diantara mereka diminta memanggil
Musa menghadap Syuaib. Lalu salah satu dari ke 2 putrinya meminta ayahnya untuk
memperkerjakan karena dia lelaki kuat juga terpercaya. Si putri tadi
menceritakan bagaimana ia kuat dalam menimba air serta terpercaya karena selalu
menjaga pandangan tatkala berbicara padanya. Akhirnya Allah membalas Doa dari musa
lewat Syuaib yg meminta dia untuk menikahi salah satu dari kedua putrinya dan
berkerja untuknya. Dan akhirnya pula juga terbebas dari kejaran bala tentara Firaun.
itulah kisah tentang Lafazh Cinta nabi Musa, lafazh cinta yg dilandasi karena Allah bukan karena hawa nafsu karena wanita. Akhirnya memunculkan rasa cinta dari syuaib dan ke 2 putrinya kepada Nabi Musa. Wallohua’lam.
No comments:
Post a Comment