Pastinya sudah ga asing
lagilah dengan lagu “lir..iliir..” bagi kite-kite orang Indonesia, lebih lagi
buat orang-orang Jawa. Dulu ketika kecil pasti sering banget
didengun-dengungkan ntuh lagu. Entah oleh guru ngaji kita atau embah-embah kita
pasti kalo ngasih tembang dolanan untuk
anak-anak atau cucu-cucunya salah satunya ada tuh lagu. Nah ternyata siapa
sangka lagu lir..ilir yang kayaknya dulu kite anggep biasa aja, punya makna
yang luar biasa sangat.
Tembang
lir..ilir di ciptakan oleh Sunan Kalijaga ternyata untuk
membantu syiar islam yang beliau lakukan di tanah Jawa. Jadi makna yang
terkandung dalam lagu itu serat banget dengan makna dakwah islam. Jadi saat itu
sang Sunan benar-benar memanfaatkan segala lini untuk melakukan syiar islam,
salah satunya lini seni yakni dengan menciptakan tembang lir-ilir ini supaya
dakwah islam beliau tidak asing ditelinga orang-orang Jawa tempat beliau
berdakwah.
Nih berikut lirik serta
makna lagu lir…ilir..
Lir..ilir..lir ilir.. tandure wus sumilir
Tak ijo royo-royo tak sengguh temanten anyar
Tak sengguh temanten anyar
Bocah angon..bocah angon penekno blimbing kuwi
Lunyu-lunyu peneken blimbing kuwi kanggo mbasuh
dodot iro
Kanggo mbasuh dodot
Dodot iro..dodot iro kumitir bedah ing pinggir
Dondomono jrumatono kanggo sebo mengko sore
Kanggo sebo mengko sore
Mumpung padang rembulane
Mumpung jembar kalangane
Yo surako surak hiyo..2x
Maknanya:
Sunan mengingatkan agar
orang-orang islam segera bangun dan bergerak. Karena saatnya telah tiba
bagaikan tanaman yang siap dipanen (siap menerima petunjuk dan ajaran islam
dari para wali).
Hijau adalah simbol
kejayaan islam, dan agama islam di gambarkan seperti pengantin baru yang
menarik hati dan membawa kebahagiaan bagi orang-orang disekitarnya.
Yang disebut anak
gembala adalah para pemimpin. Dan belimbing adalah buah persegi lima yang
merupakan simbol dari lima rukun islam dan shalat lima waktu. Para pemimpin
diperintahkan oleh Sunan untuk memberi contoh rakyatnya dengan menjalankan
ajaran islam secara benar yaitu dengan menjalankan lima rukun islam dan shalat
lima waktu.
Dodot adalah sejenis
kain kebesaran orang jawa yang hanya digunakan pada upacara-upacara. Dan pada
zaman dahulu buah belimbing digunakan untuk mencuci kain karena kandungan
asamnya, terutama untuk merawat kain batik supaya tetap awet. Dengan kalimat
ini sunan memerintahkan orang islam untuk tetap berusaha menjalanakan lima
rukun islam dan shalat lima waktu walaupun banyak rintangannya (licin
jalannya). Semuanya itu diperlukan untuk menjaga kehidupan beragama mereka
karena agama itu seperti pakaian bagi jiwanya. Walaupun bukan sembarang pakaian
biasa.
Kemrosotan moral telah
menyebabkan banyak orang meninggalkan ajaran agama, sehingga kehidupan beragama
mereka digmbarkan seperti pakaian yang telah rusak dan robek. Sebo artinya
menghadap orang yang berkuasa/raja. Di sini Sunan memerintahkan agar
orang-orang memperbaiki kehidupan beragamanya yang telah rusak tadi dengan cara
menjalankan ajaran agama islam secara benar untuk bekal menghadap Allah di hari
akhir nanti.
Selagi masih banyak
waktu, selagi masig banyak kesempatan, perbaikilah kehidupan beragamamu dan
bertaubatlah. Bergembiralah semoga kalian mendapatkan anugerah dari Tuhan
disaat nanti datang panggilan dari maha kuasa. Karena sudah sepatutnya bagi
mereka yang telah menjaga kehidupan beragama-Nya dengan baik untuk menjawabnya
dengan gembira.
Wallahu A’lam

No comments:
Post a Comment