Greet


Wednesday, January 9, 2013

Ada Apa Dengan “Lir..ilir..”


Pastinya sudah ga asing lagilah dengan lagu “lir..iliir..” bagi kite-kite orang Indonesia, lebih lagi buat orang-orang Jawa. Dulu ketika kecil pasti sering banget didengun-dengungkan ntuh lagu. Entah oleh guru ngaji kita atau embah-embah kita pasti kalo ngasih tembang dolanan untuk anak-anak atau cucu-cucunya salah satunya ada tuh lagu. Nah ternyata siapa sangka lagu lir..ilir yang kayaknya dulu kite anggep biasa aja, punya makna yang luar biasa sangat. 

Tembang lir..ilir di ciptakan oleh Sunan Kalijaga ternyata untuk membantu syiar islam yang beliau lakukan di tanah Jawa. Jadi makna yang terkandung dalam lagu itu serat banget dengan makna dakwah islam. Jadi saat itu sang Sunan benar-benar memanfaatkan segala lini untuk melakukan syiar islam, salah satunya lini seni yakni dengan menciptakan tembang lir-ilir ini supaya dakwah islam beliau tidak asing ditelinga orang-orang Jawa tempat beliau berdakwah.

Nih berikut lirik serta makna lagu lir…ilir..

Lir..ilir..lir ilir.. tandure wus sumilir
Tak ijo royo-royo tak sengguh temanten anyar
Tak sengguh temanten anyar

Bocah angon..bocah angon penekno blimbing kuwi
Lunyu-lunyu peneken blimbing kuwi kanggo mbasuh dodot iro
Kanggo mbasuh dodot

Dodot iro..dodot iro kumitir bedah ing pinggir
Dondomono jrumatono kanggo sebo mengko sore
Kanggo sebo mengko sore

Mumpung padang rembulane
Mumpung jembar kalangane
Yo surako surak hiyo..2x

Maknanya:

Sunan mengingatkan agar orang-orang islam segera bangun dan bergerak. Karena saatnya telah tiba bagaikan tanaman yang siap dipanen (siap menerima petunjuk dan ajaran islam dari para wali).
Hijau adalah simbol kejayaan islam, dan agama islam di gambarkan seperti pengantin baru yang menarik hati dan membawa kebahagiaan bagi orang-orang disekitarnya.

Yang disebut anak gembala adalah para pemimpin. Dan belimbing adalah buah persegi lima yang merupakan simbol dari lima rukun islam dan shalat lima waktu. Para pemimpin diperintahkan oleh Sunan untuk memberi contoh rakyatnya dengan menjalankan ajaran islam secara benar yaitu dengan menjalankan lima rukun islam dan shalat lima waktu.

Dodot adalah sejenis kain kebesaran orang jawa yang hanya digunakan pada upacara-upacara. Dan pada zaman dahulu buah belimbing digunakan untuk mencuci kain karena kandungan asamnya, terutama untuk merawat kain batik supaya tetap awet. Dengan kalimat ini sunan memerintahkan orang islam untuk tetap berusaha menjalanakan lima rukun islam dan shalat lima waktu walaupun banyak rintangannya (licin jalannya). Semuanya itu diperlukan untuk menjaga kehidupan beragama mereka karena agama itu seperti pakaian bagi jiwanya. Walaupun bukan sembarang pakaian biasa.

Kemrosotan moral telah menyebabkan banyak orang meninggalkan ajaran agama, sehingga kehidupan beragama mereka digmbarkan seperti pakaian yang telah rusak dan robek. Sebo artinya menghadap orang yang berkuasa/raja. Di sini Sunan memerintahkan agar orang-orang memperbaiki kehidupan beragamanya yang telah rusak tadi dengan cara menjalankan ajaran agama islam secara benar untuk bekal menghadap Allah di hari akhir nanti.

Selagi masih banyak waktu, selagi masig banyak kesempatan, perbaikilah kehidupan beragamamu dan bertaubatlah. Bergembiralah semoga kalian mendapatkan anugerah dari Tuhan disaat nanti datang panggilan dari maha kuasa. Karena sudah sepatutnya bagi mereka yang telah menjaga kehidupan beragama-Nya dengan baik untuk menjawabnya dengan gembira.
Wallahu A’lam

No comments:

Post a Comment