Suatu hari pada
akhir bulan februari 2012 tepatnya ketika pagi hari jam 10an saat sedang
melantunkan dan menikmati indahan bacaan al qur’an (heh kayak bagus2 aja
suaranya, hhe..). Terbetikkah di hati rasa lapar ingin makan sesuatu. Kemudian
saking sdah kelaparan dan waktu itu tidak ada makanan yang bs disantap sebagai
pengganjal perut ini yang sudah dipenuhi dengan “cacing-cacing yang sedang berdemo”, bergeraklah ibu jari untuk
memencet tombol-tombol keypad di hp alias sms teman satu kamar yang waktu itu
sedang keluar ke kampus. “Mas engko nek muleh gwo sesuatu leng iso dipangan yo
(mas ntar klo pulang bwa sesuatu yang bisa dimakan ya)..” begitulah kira-kira
bunyi sms yang dilayangkan. Sesaat setelah sms tadi dilayangkan ‘alarm biologis’ berbunyi kemudian
melangkahlah kaki ini untuk menuju toilet guna memenuhi ‘panggilan biologis’. Setelah menunaikan hajat, kembalilah kaki ini
melangkah ke masjid untuk melanjutkan membaca dan muroja’ah al qur’an..
Tiba-tiba di masjid ada seorang lelaki yang sedang duduk membaca alqur’an.
Kemduian lelaki itu memanggil, ”brother
come here, do you search your mushaf? This is yours and I’m carrying some
oranges, let’s eat it together”. Lalu terucap di hati rasa kagum dan
syukur, “Masha Allah Alhamdulillah terima kasih ya Allah”. Sungguh maha besar
Allah, baru terbetik di hati dan baru sms ke teman, tiba-tiba Allah sudah
mengabulkannya.
Wayarzuqhu min haitsu la yahtasib itulah
kata yang spertinya sesuai dengan kejadian di atas. Sungguh maha benar Allah
dengan semua yang telah difirmankan dan dijanjikan. Kejadian di atas hanyalah
salah satu contoh kecil dari kebenaran akan firman Allah dari mulai yang dialami sendiri sampai yang dialami
orang lain masih banyak contoh kejadian lagi yang unik untuk dituliskan. (bisa2
klo ntar di tulis smua malah jdi novel bkan sekedar catatan kayak gini, hhe….)
Sebenarnya jika
kita sebagai manusia yakin terhadap apa yang Allah janjikan. Maka tunggulah
pasti allah akan benar-benar merealisasikan apa-apa yang telah dijanjikan. Sebagi
contoh kita kutip ayat yang sesuai dengan kejadian diatas “wa mayyattaqillaha yaj’al lahu makhroja wa yarzuqhu min haitsu la
yahtasib” yang artinya dan barang siapa yang bertaqwa kepada Allah, maka
Allah akan memberikannya jalan keluar atau solusi (terhadap suatu masalah) dan
memberikan rezeki dari arah yang tidak terduga. Jika kita memang benar-benar
yakin dengan ayat ini maka Allah akan benar-benar merealisasikan janjinya ini.
Tapi yakin saja tidak cukup untuk mendapatkan realisasi janji Allah karena di
ayat ini di jelaskan dengan sebuah syarat yaitu TAQWA. Memang sangatlah benar
syarat ini karena memng janji-jani baik Allah tidak akan turun kepada
orang-orang yang banyak berkecimpung di dunia maksiat dan kemunafikan. Janji
Allah membutuhkan pembuktian dari hamba-hambanya yaitu berupa Ketaqwaan inilah
yaitu dengan menjalankan semua yang diperintahkan Allah.
Janji baik Allah
tidak akan turun terhadap hamba yang tidak bertqwa memang benar-benar terjadi
dan ini penulis rasakan sendiri. walaupun disaat kita membutuhkan sesuatu tapi
tidak dibarengi dengan pembuktian taqwa, maka Allah pun tidak akan menurunkan
realisasi janjinya. Oleh karena itu taqwa bisa
di istilahkan sebagai konsekwensi dari perealisasian janji Allah. Kita
menigingkan realisasi janji Allah tapi konsekwensinya adalah dengan kita
bertaqwa kepada-Nya.
Tapi ternyata
ada satu syarat lagi sebagai sarana untuk direalisasikannya janji baik Allah,
yaitu ikhlasun niyat. Kalau bisa
dikatakan, syarat ini tidak bisa dipisahkan dengan syarat taqwa, karena jika
kita dalam bertaqwa tidak dibarengi dengan ikhlasnya niat karena Allah maka
amalan taqwa ini tidak akan sempurna karena “innamal ‘amalu binniyyyat”. Sesungguhnya amalan itu tergantung pada
niatnya. Jika kita dalam bertaqwa ini hanya semata mata supaya mendapatkan
apa-apa yang kita inginkan, maka kita tidak akan mendapatkan apa-apa yang kita
inginkan selain rasa lelah yang ditimbulkan dari taqwa karena taqwa itu berat.
Dan ini juga memang benar terjadi dan lagi-lagi penulis juga merasakan sendiri
(wah memang dasar penulis…penulis…). Waktu itu saat akhir bulan, dimana duit
pada sudah kritis, ngaji dan ibadahnya dikencengin supaya dapet rezeki yang tak
terduga, seharian lelah ngaji n ibadah tapi kenapa tidak datang-datang rezeki
dari Allah, ternyata setelah introspeksi penyebab tidak kunjung datangnya
realisasi janji Allah terletak pada niatnya, banyak dan rajin beramal sholeh
tapi niatnya hanya sebatas supaya dapat rezeki, akhirnyapun rezeki tidak dapat
lalu lelahlah yang akhirnya didapat.
Oleh karena itu,
supya kita benar-benar merasakan janji baik Allah maka laksanakan
syarat-syaratnya yaitu berupa KETAQWAAN yang dibarengi KEIKHLASAN NIAT. Insha
Allah pasti Allah akan merealisasikan janji-janji baiknya kepada kita. Wallohu
a’lam
Mau rezeki nya lebih deras lagi bang, shalat duha ya
ReplyDelete