Greet


Friday, October 5, 2012

PRINSIP-PRINSIP PENDIDIKAN ISLAM

(Disadur dari materi kuliah DR Atiq Ur Rehman Statistics For Muslim)

I. Pendahuluan

Bagian 1.2 Dua Sifat Alami Perjuangan Dalam Mendakwahkan Agama

        Perjuangan yang kita lakukan haruslah sesuai dengan pola-pola yang dicontohkan oleh baginda Rasululloh Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam. Dalam hal ini ada dua pola: membutuhkan pekerjaan yang fokus dalam dua dimensi secara bersamaan. Fokus hanya pada satu dimensi dan melupakan dimensi yang lain hanya akan menyebabkan kegagalan, karena banyak sekali tejadi kegagalan karena tidak adanya keseimbangan.
Dalam dakwah, para ulama telah menyampaikan kepada kita bahwa pentingnya ‘ibadah malam hari’ itu sama pentingnya dengan ‘ibadah di siang hari’. Dalam surat Al-muzammil, dimana di dalamnya terdapat perintah kepada Rosululloh untuk menghabiskan malamnya hanya beribadah kepada Allah secara pribadi. Tapi di waktu yang sama pula, surat tersebut memerintahkan Rasululloh untuk berdakwah menyebarkan islam agama Allah kepada seluruh umat manusia di siang hari. Dan juga banyak cerita-cerita para sahabat yang menceritakan tentang giat dakwah mereka di siang hari.
        Peribadahan di malam hari adalah ibadah individu (Infirady), sedangkan ibadah di siang hari adalah ibadah jama’ah (Ijtima’i). Dalam satu sisi kita semua adalah kita sendiri, kita akan menghadap Allah secara sendiri-sendiri. Di sisi yang lain rasa ukhuwah dan kebersamaan adalah perintah Allah kepada kita. Allah menganjurkan kita untuk berjuang bersama untuk kepentingan agama sebagai sebuah struktur yang solid. Allah ta’ala berfirman:
Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.”(Ash-Shaff:4)
Dalam sebuah hadits dikatakan kaum muslimin bagai satu tubuh, ketika satu bagian merasa sakit maka semua bagian yang lain akan merasakan sakit pula. Salah satu elemen penting dalam usaha dakwah islam adalah untuk membentuk umat yang beriman. Ini adalah salah satu harta yang berharga, sebuah pemberian dari Allah yang lebih berharga dari pada uang.
dan Yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman)[622]. Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Gagah lagi Maha Bijaksana.”(Al-anfal:63)
                Pengokohan identitas persatuan umat harus dilaksanakan dalam banyak front, di dalam semua dimensi kehidupan kita. Keluarga adalah satuan unit yang paling dasar dalam masyarakat, dan islam memiliki banyak aturan dan petunjuk untuk membentuk keluarga solid yang menyediakan tarbiyah yang tepat bagi anak-anak. Begitu juga bagi mereka yang renggang dalam berbagai lini, harus berjuang untuk membawa persatuan dan nilai-nilai islam kepada semua lini tersebut. Elemen pertama dalam usaha-usaha ini adalah untuk belajar apa itu nilai-nilai islam yang ideal, maka setelah itu kita bisa menerjemahkannya kedalam praktek kehidupan kita. Lebih jauh lagi, kita harus teliti dan hati-hati dalam belajar islam, karena Allah ta’ala adalah satu-satunya sumber utama semua ilmu pengetahuan, dan hanya memberi sedikit porsi ilmu yang Allah miliki kepada mereka-mereka yang dikehendaki-Nya.
Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi[161] Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (Al-Baqarah:255)
(bersambung)
 

No comments:

Post a Comment