(Disadur dari materi kuliah DR Atiq
Ur Rehman Statistics For Muslim)
I. Pendahuluan
Bagian 1.2 Dua Sifat Alami Perjuangan
Dalam Mendakwahkan Agama
Perjuangan
yang kita lakukan haruslah sesuai dengan pola-pola yang dicontohkan oleh
baginda Rasululloh Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam. Dalam hal ini
ada dua pola: membutuhkan pekerjaan yang fokus dalam dua dimensi secara
bersamaan. Fokus hanya pada satu dimensi dan melupakan dimensi yang lain hanya
akan menyebabkan kegagalan, karena banyak sekali tejadi kegagalan karena tidak
adanya keseimbangan.
Dalam dakwah, para ulama telah menyampaikan kepada kita bahwa
pentingnya ‘ibadah malam hari’ itu sama pentingnya dengan ‘ibadah di siang
hari’. Dalam surat Al-muzammil, dimana di dalamnya terdapat perintah kepada
Rosululloh untuk menghabiskan malamnya hanya beribadah kepada Allah secara
pribadi. Tapi di waktu yang sama pula, surat tersebut memerintahkan Rasululloh
untuk berdakwah menyebarkan islam agama Allah kepada seluruh umat manusia di
siang hari. Dan juga banyak cerita-cerita para sahabat yang menceritakan
tentang giat dakwah mereka di siang hari.
Peribadahan
di malam hari adalah ibadah individu (Infirady), sedangkan ibadah di
siang hari adalah ibadah jama’ah (Ijtima’i). Dalam satu sisi kita semua
adalah kita sendiri, kita akan menghadap Allah secara sendiri-sendiri. Di sisi
yang lain rasa ukhuwah dan kebersamaan adalah perintah Allah kepada kita. Allah
menganjurkan kita untuk berjuang bersama untuk kepentingan agama sebagai sebuah
struktur yang solid. Allah ta’ala berfirman:
“Sesungguhnya Allah menyukai orang
yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka
seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.”(Ash-Shaff:4)
Dalam
sebuah hadits dikatakan kaum muslimin bagai satu tubuh, ketika satu bagian
merasa sakit maka semua bagian yang lain akan merasakan sakit pula. Salah satu
elemen penting dalam usaha dakwah islam adalah untuk membentuk umat yang
beriman. Ini adalah salah satu harta yang berharga, sebuah pemberian dari Allah
yang lebih berharga dari pada uang.
”dan Yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman)[622].
Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu
tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan
hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Gagah lagi Maha Bijaksana.”(Al-anfal:63)
Pengokohan
identitas persatuan umat harus dilaksanakan dalam banyak front, di dalam semua
dimensi kehidupan kita. Keluarga adalah satuan unit yang paling dasar dalam
masyarakat, dan islam memiliki banyak aturan dan petunjuk untuk membentuk
keluarga solid yang menyediakan tarbiyah yang tepat bagi anak-anak. Begitu juga
bagi mereka yang renggang dalam berbagai lini, harus berjuang untuk membawa
persatuan dan nilai-nilai islam kepada semua lini tersebut. Elemen pertama
dalam usaha-usaha ini adalah untuk belajar apa itu nilai-nilai islam yang
ideal, maka setelah itu kita bisa menerjemahkannya kedalam praktek kehidupan
kita. Lebih jauh lagi, kita harus teliti dan hati-hati dalam belajar islam,
karena Allah ta’ala adalah satu-satunya sumber utama semua ilmu pengetahuan,
dan hanya memberi sedikit porsi ilmu yang Allah miliki kepada mereka-mereka
yang dikehendaki-Nya.
” Allah,
tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi
terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur.
Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa'at
di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka
dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah
melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi[161] Allah meliputi
langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah
Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (Al-Baqarah:255)
(bersambung)
No comments:
Post a Comment