Hari
ahad, hari dimana biasanya orang2 muncak malesnya. Apalagi besoknya senin,
kembali lgi deh aktipitasnya. ‘Weekend segera berakhir’, mungkin itu pikirnya.
Tak terkecuali diri ini, males mo ngapa-ngapain. Penginya tura-turu, tapi apa daya karena cuaca yg bkin kamar udah kyak open,
so pasti ga bisa tidur. Cuman gulang-gulung di atas kasur. Akhirnya pun dari
pada gulang-gulung, streamingan ah di ‘Nettie (temenya lappie ma kompie) hehehe
opo wi…’ .eeeh ga sengaja iseng2 mencet metro tv pas lgi acara kick andy. ‘Wah
ngepasi mlahan’ , batinku. Biasa dulu penggemar nonton kick andy soale bnyak
sajian inspiratip. Begitu juga pas episod kali ini, tokoh2 yg diundang adalah
org2 yg mendirikan sekolah alternatip yg murah biaya bahkan gratis.
Singkat cerita ada 3 org yg di
undang ke kick andy. Pertama adalah pendiri komunitas belajar Qoryatun
Thoyyibatun (QT). Trus yg kedua pendiri komunitas belajar Cendikia Mandiri. Dan
yg terakhir adalah pendiri UNPAM (Universitas Pamulang). Dari lembaga2 tersebut
banyak yg sudah menghasilkan prestasi. Anak2 didiknya di biarkan berkreasi
mandiri sesuai bakat anak2 masing2. Tidak dipaksakan kyak di sekolah2 formal.
Nih salah satu sistem di QT dan Cendikia. Akhirnya pun menghasilkan anak2 yg
kreatip, sampe2 msak anak2 setingkat SMP SMA bisa nulis sebanyak 25 buku. Dan
masih bnyak lgi karya2 mereka. (bisa di searching dewe tentang QT, Cendikia
Mandiri dan Unpam)
Akhirnya pun hanya bisa mbatin pas
nonton, ’weedan rek masak anak stingkat sma dah bisa nulis 25 buku, lha
sementara kita2 ini, jngankan satu, nulis aja ogah2an rek’.
Dari acara tdi pun akhirnya jdi
nginsipirasi diri ini. Saya sekarang mahasiswa tpi blm punya karya2 apapun.
Mereka2 yg anak smp sma yg berlatar belakang org2 ga mampu sudah bisa bnyak
berkarya mulai nulis buku sampe pandai multimedia. Kemudian lebih dari ini
pelajaran yg bisa di ambil. Banyak sekali pelajaran yg bisa diambil. Mulai dari
sisi pencetus sampe sisi para siswanya.
Dari sisi pencetus yg mereka mau
bersusah susah payah untuk menjalankan apa yg mereka prihatinkan. Jadi mereka
para pendiri yg prihatin dengan kondisi masyarakat kita yg kurang akan
pendidikan karena keterbatasan ekonomi, berani mengupayakan apa yg mereka
prihatinkan, jadi tidak hanya sekedar lisan tapi mereka mampu membuktikan
gagasan mereka bahwa pendidikan itu tidak identic dengan biaya. Walhasil mereka
para pencetus mampu mendirikan lembaga2 pendidikan yg murah bahkan gratis.
Dari sisi pencetus ini bisa jadi
inspiratip kita2 yg pengin ndirikan lembaga2 pendidikan wa bil khusus
ma’aahidul islam. Janganlah kita menyerah, trus usahakan cita2 kita ini tuk
mendirikannya. Kendala biaya bukan jadi masalah yg penting mari kita berusaha
keras dan bekerja sama diantara kita. Belajar dari mereka2 pencetus lembaga2
tadi. Mereka mendirikan lembaga mereka dengan minim biaya. Tapi berkat usaha
keras serta kerjasama yg mantabh, serta tak lupa munajat kpda yg kuasa akhirnya
berhasil mendirikannya. Yg jelas usaha keras serta hubungan yg baik diantara
kita harus kita jaga dan kita kembangkan kepada sisi2 positip.
Dari sisi para siswa maupun
mahasiswa (yg di UNPAM). Kita juga bisa bnyak belajar dari mereka. Mereka
berlatar belakang dari orang2 yg tidak mampu dalam finansial, tapi bisa
berkarya untuk diri mereka serta masyarakat. Para siswa di QT banyak yg telah
menulis karya2 yg akhirnya dibukukan. Kemudian para sisawa dari Cendikia
Mandiri yg mampu mengungguli skill multimedia para siswa2 yg bersekolah di
sekolah2 formal. Kemudian para mahasiswa Unpam yg berasal dari kalangan2
miskin, pemulung, kuli bangunan yg memiliki tekad kuat dalam mencari ilmu
walaupun financial pas2an. Akhirnyapun mereka bisa merubah hidupnya yg awalnya
pemulung sekarang menjadi dosen.
Pkoke yg jelas mari kita terus
berusaha dalam menggapai impian kita. Yg kepingin mendirikan ma’had teruskan
keinginan tersebut. Yg pengin sekolah sampai S3 truslah kejar impian tersebut.
Biaya bukan jadi kendala, walaupun tidak dipungkiri memang biaya adalah
termasuk kendala. Tapi yg jelas kita harus tetap berusaha dalam menggapai mimpi
kita sampai ajal yg menghentikannya. Dan tak lupa pula dengan bermunajat serta
bersujud kepada yg kuasa supaya. Karena Dialah sang penentu segalanya.
Terakhir jangan lupa tuk saling
mengingatkan diantara kita. Jangan sampe terpikir di benak kita bahwa diri kita
ini adalah yg terbaik. karena orang2 besar muncul berawal dari kawan2 yg slalu
saling menasihati diantara mereka. Bukan dari pribadi yg tak butuh keberadaan
kawan dan tak pernah tuk saling mengoreksi.
Wallohu’alam
No comments:
Post a Comment