Bruuaaakkk… tiba-tiba
terdengar suara gebrakan tangan di meja, ternyata baru terjadi percekcokan yang
luar biasa antara Pakistani (biasa, tau sendirikan gimana kalau orang Pakistan
lagi bertengkar). Kejadian ini terjadi ketika sedang di kelas kursus bahasa
inggris, berawal dari seorang Pakistan yang disuruh oleh tutor English tuk maju
kedepan jawab soal tapi dia ga jawab dengan benar, kemudian diejeklah dia sama
seorang temannya yang memang terkenal pandai di kelas, begini kira-kira, ”nte
tuh gimana sih pak tutor uda jelasin berkali kali, msih aja ga bisa
jawab!”.(pake Indonesia soalnya udah nanya artinya apa ke orang Pakistan,hhe).
Ternyata setelah diadakan study kasus (ya elah kayak apaan aja), si orang yang
maju ini katanya sih sudah pernah mendapat materi yang tadi disampaikan, dan
dia pun ga memperhatikan. Setelah terjadi diskusi panjang akhirnya dia mengakui
kesalahannya ternyata ada satu poin yang di sampaikan tutor yang belum pernah
dia dapat sebelumnya.
Nah, ini hanya salah
satu fenomena dari banyak kasus dengan masalah yang sama, yaitu tidak
memperhatikan suatu hal yang dulu pernah didapatkan sebelumnya. Ketika melihat
kejadian itu, jadi teringat perkataan seorang ustadz di Isy Karima, ustadz
Anggoro namanya. Beliau berkata, “Jadilah kalian pendengar yang baik, terus
dengarkan saja apa yang ustadz-ustadz antum sampaikan, walaupun ustadznya
mboseni dan materi yang di sampaikan sering berulang, tapi ketahuilah didalam
pengulangan tersebut pasti ada suatu hal yang baru, tidak mungkin manusia akan
mengulangi perkataannya sama persis, pasti ada tambahannya”. Ternyata kalau
kita mau memperhatikan sebuah materi yang diulang walaupun sama temanya dan
ustadznya pun sama barangkali, pasti ada suatu hal yang berbeda bisa jadi
karena si ustadz telah menambah maroji’ bacaannya, ataupun dari diskusi bersama
para asatidz yang lain atau kemungkinan yang lain. Inipun juga senada dengan
sabda rosululloh, “undzur ma qolaa wala
tandzur man qolla (liat apa yang dikatakan dan jangan melihat siapa yang
berkata)”. Jadi yang harus diperhatikan adalah kandungan materi yang
disampaikan bukan orang yang menyampaikan. Bahkan kalaupun materinya sama,
tetap kita harus memperhatikannya dengan baik, pasti ada sesuatu yang baru,
tidak mungkin sama persis karena manusia bukan robot yang senantiasa stagnan
tidak berkembang sesuai kemauannya, manusia pasti akan berkembang dalam
pemikirannya
Oleh karena itu mari
kita jadi pendengar yang baik walaupun materinya sama atau bahkan ustadznya sama
sekalipun.
No comments:
Post a Comment