Greet


Friday, June 15, 2012

JADILAH PENDENGAR YANG BAIK


Bruuaaakkk… tiba-tiba terdengar suara gebrakan tangan di meja, ternyata baru terjadi percekcokan yang luar biasa antara Pakistani (biasa, tau sendirikan gimana kalau orang Pakistan lagi bertengkar). Kejadian ini terjadi ketika sedang di kelas kursus bahasa inggris, berawal dari seorang Pakistan yang disuruh oleh tutor English tuk maju kedepan jawab soal tapi dia ga jawab dengan benar, kemudian diejeklah dia sama seorang temannya yang memang terkenal pandai di kelas, begini kira-kira, ”nte tuh gimana sih pak tutor uda jelasin berkali kali, msih aja ga bisa jawab!”.(pake Indonesia soalnya udah nanya artinya apa ke orang Pakistan,hhe). Ternyata setelah diadakan study kasus (ya elah kayak apaan aja), si orang yang maju ini katanya sih sudah pernah mendapat materi yang tadi disampaikan, dan dia pun ga memperhatikan. Setelah terjadi diskusi panjang akhirnya dia mengakui kesalahannya ternyata ada satu poin yang di sampaikan tutor yang belum pernah dia dapat sebelumnya.
Nah, ini hanya salah satu fenomena dari banyak kasus dengan masalah yang sama, yaitu tidak memperhatikan suatu hal yang dulu pernah didapatkan sebelumnya. Ketika melihat kejadian itu, jadi teringat perkataan seorang ustadz di Isy Karima, ustadz Anggoro namanya. Beliau berkata, “Jadilah kalian pendengar yang baik, terus dengarkan saja apa yang ustadz-ustadz antum sampaikan, walaupun ustadznya mboseni dan materi yang di sampaikan sering berulang, tapi ketahuilah didalam pengulangan tersebut pasti ada suatu hal yang baru, tidak mungkin manusia akan mengulangi perkataannya sama persis, pasti ada tambahannya”. Ternyata kalau kita mau memperhatikan sebuah materi yang diulang walaupun sama temanya dan ustadznya pun sama barangkali, pasti ada suatu hal yang berbeda bisa jadi karena si ustadz telah menambah maroji’ bacaannya, ataupun dari diskusi bersama para asatidz yang lain atau kemungkinan yang lain. Inipun juga senada dengan sabda rosululloh, “undzur ma qolaa wala tandzur man qolla (liat apa yang dikatakan dan jangan melihat siapa yang berkata)”. Jadi yang harus diperhatikan adalah kandungan materi yang disampaikan bukan orang yang menyampaikan. Bahkan kalaupun materinya sama, tetap kita harus memperhatikannya dengan baik, pasti ada sesuatu yang baru, tidak mungkin sama persis karena manusia bukan robot yang senantiasa stagnan tidak berkembang sesuai kemauannya, manusia pasti akan berkembang dalam pemikirannya
Oleh karena itu mari kita jadi pendengar yang baik walaupun materinya sama atau bahkan ustadznya sama sekalipun.

No comments:

Post a Comment