Rasane
kayak pengin ‘misuh’ pas jalan ke kampus
dari tempat tinggal, ya sekitar stengah jam perjalananlah. Udah panas ditambah
lagi ditengah jalan sepeda yg tak naiki rusak pedalnya. Suhunya ya kira2 43’C
lah. Bayangin aja di Jakarta yang panase dah ga nguati aja cuman 33-34 lah.
Wuih rasane mau mbasahi bibir dah ga bisa, mau ngludah apa lagi, dah kering
ring ring tenggorokan.
Tiba2
pas puncak2e kering nih tenggorokan, teringat orang2 yang dagang keliling
menjajakan jualanya tuk sekedar mencari sesuap nasi bagi anak2 dan istrinya.
Kemudian ingat pegawai2 penyiram taman kota. Mereka semua rela berpanas panas
dan tak mengeluh dengan apa yg dia alami. Tak kenal lelah walaupun berpanas
ria. Selalu semangat dalam menjalaninya.
“Ya
opo sih koq kuat men mereka??”, gumamku.
Kemudian setelah dipikir mungkin mereka bisa kuat dan bertahan karena niat dan kesungguhan. Mereka rela kerja berpanas panas dengan niat supaya dapat uang dan bisa tuk menghidupi keluarganya. Akhirnya dengan niat itu mereka mampu mengalahkan segala apa yg ia rasakan tatkala keliling menjajakan dagangannya ataupun saat menyirami taman kota.
Kemudian setelah dipikir mungkin mereka bisa kuat dan bertahan karena niat dan kesungguhan. Mereka rela kerja berpanas panas dengan niat supaya dapat uang dan bisa tuk menghidupi keluarganya. Akhirnya dengan niat itu mereka mampu mengalahkan segala apa yg ia rasakan tatkala keliling menjajakan dagangannya ataupun saat menyirami taman kota.
Betapa
tidak, jika mereka bkerja dengan tidak berlandas niat tersebut, bakal tidak
seperti saat memiliki niat. Karena ketika mereka punya niat untuk menghidupi
keluarganya, akhirnya pun niat tersebut terus bisa memotivasi dia.
Lalu
bagaimana dengan kita??? Kita yang
notabene adalah para pencari ilmu, harus bisa lebih semangat dalam
menjalaninya. Tapi mlah kenyataannya kita sering mengeluh. Kita tahu padahal
banyak sekali keutamaan dari para pencari ilmu. Entah ditinggikan darajatnya,
dan bahkan sampai disamakan dengan berjihad fisabilillah. Betapa tinggi dan
agung amalan kita saat ini. Seharusnya itu semua bisa menjadi dasar niatan yg
akan bisa memotovasi kita supaya kuat menjalani semuanya.
Memang
benar, mencari nafkah juka memilki keutamaan besar, sehingga mampu membuat si
pencari nafkah pantang menyerah. Tapi menuntut ilmu itu bisa dibilang lebih
mulia dan besar keutamaannya. Betapa tidak, mencari nafkah mungkin manfaatnya
hanya untuk satu keluarga, namun mencari ilmu menfaatnya bisa dirasakan oleh
diri kita sendiri dan semua orang. Seharusnya dari ini semua kita menjadikannya
motivasi buat kita supaya terus pantang menyerah dalam menuntut ilmu.
Kalau
mencari sesuatu yang enak, ga bakalan ketemu, semuanya pasti ada tidak enaknya.
Musim dingin alasannya kedinginan, musim panas alasannya kepanasan, musim hujan
alasannya kehujanan dan jalannya becek. Kalau yang seperti ini dibiarkan, ga
bakalan habis.
Oleh
karena itu kawan, mari kita terus berusaha tuk pantang menyerah dalam menjalani
ujian-ujian yang Allah berikan pada kita saat dalam masa menuntut ilmu. Jadikan
fadhilah mencari ilmu sebagai pengingat kita dikala susah dan sebagai motivasi
dikala malas. Jangan mudah mengeluh pada suasana. Setiap tempat pasti ada
kelebihan serta kekurangan. Maka dari itu tetap semangat dan pantang menyerah.
Wallahua’lam
No comments:
Post a Comment