Greet


Wednesday, November 7, 2012

Lupa Bawa Pulpen

“eh rek ane pinjem bolpoint donk, lupa bawa nih atau eh rek silih bolpene rek, ga kepiran bawa soale tadi, dll”. Pasti tak asing lagi buat kita soale sering banget mesti ngucapin kata-kata tadi, ntah dikelas, ditempat taklim, di seminar-seminar ato dimanapun. Tiba-tiba ketika ada temen pinjam polpen ke ane teringat kata-kata salah seorang ustaz di pondok dulu (lupa sapa yg ngomongnya, maklum da banyak pikiran soale hehe).
Beliau berkata, “salah satu ciri orang sukses tu selalu bawa pulpen kemana aja”. Mungkin barang kali kata-kata itu terinspirasi dari banyak orang-orang sukses dan nduwe jeneng selalu siap sedia bolpoint kapan pun walaupun tidak mesti terpakai.
Kalau kita berpikir lebih jauh lagi sangatlah tepat perkataan ustaz ane di atas. Mungkin secara makna verbal belum mewakili makna sesungguhnya dari maksud kata-kata tersebut. Kita tarik lebih dalam lagi tuh kata-kata punya satu kaidah yang luar biasa, mungkin kaidah tersebut sudah tidak asing bagi kita, cuman sering terlupakan atau bahkan dilupakan. Nah kaidah tersirat dari perkataan diatas adalah untuk mewakili kata-kata salah satu ciri orang sukses adalah selalu memperhatikan dan tidak melupakan hal-hal kecil. Lha lagi ngeh kan kalo gini, baru sadar ternyata bermakna luar biasa. Kata-kata pulpen itu hanya mewakili maksud utama dari hal-hal kecil, karena memang cocok di analogikan dengan pulpen benda kecil tapi sering diremehkan.
Kalau kita baca kisah-kisah orang sukses pasti mereka selalu memperhatikan seluruh lini kehidupan mereka dari mulai hal besar sampai hal sepele. Hal ini menunjukan bahwa mereka punya perencanaan yang matang. Dan sayangnya contoh-contoh orang sukses di dominasi oleh orang-orang kafir at least orang-orang yang kurang paham dalam agama. Nah mereka saja yang tidak paham agama mengamalkan suatu hal yang diperintahkan oleh Allah. Tapi kita yang muslim malah banyak tidak memperhatikannya. Allah ta’ala berfirman dalam surat al zalzalah ayat 7-8 dan pasti sudah pada hafal dengan ayat ini
ومن يعمل مثقال ذرة خيرا يره# ومن يعمل مثقال ذرة شرا يره
Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya (7) Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula (8).”
Seharusnya kita lah yang lebih pantas untuk mengamalkan yang ini, bukan malah kita yang kedahuluan mereka, padahal mereka tidak hafal ayat ini. Ayat di atas menunjukan bahwa sekecil apapun perbuatan itu harus diperhatikan dan direncanakan karena akan membuahkan hasil. Jadi tidaklah heran orang sukse itu dimulai dari hal-hal yang kecil, mereka selalu memperhatikan dan merencanakan karena akan membuahkan hasil di dunia bagi ‘mereka’ bagi kita dunia dan akhirat. Tidak kah ingat dengan kaidah ‘sesuatu yang besar itu dimulai dari yang kecil’, kemudian ada juga ‘pembentukan karakter manusia itu di mulai dari pembiasaan suatu hal yang kecil’, ada lagi peribahasa ‘ kecil-kecil lama-lama menjadi bukit’ terus ada lagi ‘kecil-kecil cabe rawiit (opo hubunganee rek)’. Nah semuanya dimulai dari yang kecil, karena emang sudah sunnatullah kalo suatu hal yang besar tak bisa di jalani sebelum menjalani suatu yang kecil. Jadi kita sebagai muslimin haruslah merencanakan dan mensiapkan semua hal tak terkecuali hal-hal yang sepele.
Dalam masalah perencanaan ini mereka saja yang kafir dan tidak tahu nilai-nilai agama selalu merencanakan suatu hal dengan matang dan penuh pertimbangan, tapi kita yang muslim wes pokoknya tinggal jalan kalaupun ada persiapan juga kurang matang. Sudahkah kita lupa dengan perkataan salah seorang sahabat yang intinya ‘kaum muslimin yang banyak jumlahnya tapi tidak terencana maka akan kalah dengan kaum kafir yang sedikit tapi terencana”.
Maka sudah selayaknya kita introspeksi diri sudahkah kita selalu memperhatikan dan merencanakan hal-hal yang kecil. Jika belum mari mulai dari sekarang kita harus berusaha mengistiqomahkan hal ini supaya kehidupan kita tertata dan kelak kita menjadi orang yang sukses dunia akhirat. So ga ada lagi kata “wah lupa bawa pulpen cah..”. Wallahualam.

No comments:

Post a Comment