“eh rek ane pinjem bolpoint donk, lupa bawa nih atau eh rek silih
bolpene rek, ga kepiran bawa soale tadi, dll”. Pasti tak asing lagi buat kita
soale sering banget mesti ngucapin kata-kata tadi, ntah dikelas, ditempat
taklim, di seminar-seminar ato dimanapun. Tiba-tiba ketika ada temen pinjam
polpen ke ane teringat kata-kata salah seorang ustaz di pondok dulu (lupa sapa
yg ngomongnya, maklum da banyak pikiran soale hehe).
Beliau berkata, “salah
satu ciri orang sukses tu selalu bawa pulpen kemana aja”. Mungkin barang kali
kata-kata itu terinspirasi dari banyak orang-orang sukses dan nduwe jeneng selalu
siap sedia bolpoint kapan pun walaupun tidak mesti terpakai.
Kalau kita berpikir lebih jauh lagi sangatlah tepat perkataan ustaz
ane di atas. Mungkin secara makna verbal belum mewakili makna sesungguhnya dari
maksud kata-kata tersebut. Kita tarik lebih dalam lagi tuh kata-kata punya satu
kaidah yang luar biasa, mungkin kaidah tersebut sudah tidak asing bagi kita,
cuman sering terlupakan atau bahkan dilupakan. Nah kaidah tersirat dari
perkataan diatas adalah untuk mewakili kata-kata salah satu ciri orang
sukses adalah selalu memperhatikan dan tidak melupakan hal-hal kecil. Lha
lagi ngeh kan kalo gini, baru sadar ternyata bermakna luar biasa. Kata-kata
pulpen itu hanya mewakili maksud utama dari hal-hal kecil, karena memang cocok
di analogikan dengan pulpen benda kecil tapi sering diremehkan.
Kalau kita baca kisah-kisah orang sukses pasti mereka selalu
memperhatikan seluruh lini kehidupan mereka dari mulai hal besar sampai hal
sepele. Hal ini menunjukan bahwa mereka punya perencanaan yang matang. Dan
sayangnya contoh-contoh orang sukses di dominasi oleh orang-orang kafir at
least orang-orang yang kurang paham dalam agama. Nah mereka saja yang tidak
paham agama mengamalkan suatu hal yang diperintahkan oleh Allah. Tapi kita yang
muslim malah banyak tidak memperhatikannya. Allah ta’ala berfirman dalam surat
al zalzalah ayat 7-8 dan pasti sudah pada hafal dengan ayat ini
”ومن يعمل مثقال ذرة خيرا يره# ومن يعمل
مثقال ذرة شرا يره”
“Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan
seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya (7) Dan barangsiapa
yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat
(balasan)nya pula (8).”
Seharusnya kita lah yang lebih pantas untuk mengamalkan yang ini,
bukan malah kita yang kedahuluan mereka, padahal mereka tidak hafal ayat ini.
Ayat di atas menunjukan bahwa sekecil apapun perbuatan itu harus diperhatikan
dan direncanakan karena akan membuahkan hasil. Jadi tidaklah heran orang sukse
itu dimulai dari hal-hal yang kecil, mereka selalu memperhatikan dan
merencanakan karena akan membuahkan hasil di dunia bagi ‘mereka’ bagi kita
dunia dan akhirat. Tidak kah ingat dengan kaidah ‘sesuatu yang besar itu
dimulai dari yang kecil’, kemudian ada juga ‘pembentukan karakter manusia itu
di mulai dari pembiasaan suatu hal yang kecil’, ada lagi peribahasa ‘
kecil-kecil lama-lama menjadi bukit’ terus ada lagi ‘kecil-kecil cabe rawiit
(opo hubunganee rek)’. Nah semuanya dimulai dari yang kecil, karena emang sudah
sunnatullah kalo suatu hal yang besar tak bisa di jalani sebelum menjalani
suatu yang kecil. Jadi kita sebagai muslimin haruslah merencanakan dan
mensiapkan semua hal tak terkecuali hal-hal yang sepele.
Dalam masalah perencanaan ini mereka saja yang kafir dan tidak tahu
nilai-nilai agama selalu merencanakan suatu hal dengan matang dan penuh
pertimbangan, tapi kita yang muslim wes pokoknya tinggal jalan kalaupun ada
persiapan juga kurang matang. Sudahkah kita lupa dengan perkataan salah seorang
sahabat yang intinya ‘kaum muslimin yang banyak jumlahnya tapi tidak terencana
maka akan kalah dengan kaum kafir yang sedikit tapi terencana”.
Maka sudah selayaknya kita introspeksi diri sudahkah kita selalu
memperhatikan dan merencanakan hal-hal yang kecil. Jika belum mari mulai dari
sekarang kita harus berusaha mengistiqomahkan hal ini supaya kehidupan kita
tertata dan kelak kita menjadi orang yang sukses dunia akhirat. So ga ada lagi
kata “wah lupa bawa pulpen cah..”. Wallahualam.
No comments:
Post a Comment