“Ente
jual gue belii…”. Pasti buat kita kata-kata disamping ngga’ asing lgi
ditelinga, terutama dipilm-pilm yang ada artis betawi ato kalo ngga
komedi-komedi lawakan. Tak jarang pun
waktu guyon-guyon ama temen sering terucap juga kata kata itu.
Nah pren kalo kita berpikir lebih jauh memang istilah-istilah di
dunia perekonomian tidak bakal terlepas dari kehidupan kita (lha wong memang
ilmu ekonomi itu di ambil dari bagian kehidupan manusia). Istilah jual-beli
lebih lahir duluan ketimbang nama ekonomi. Ditulisan kali ini bukan bermaksud
untuk membahas ekonomi secara khusus tapi mbahas masalah istilah jual-beli ato
bahasa kerennya SALES.
Kebanyakan dari kita mengartikan istilah sales ini hanya pada
konteks yang sempit khusus masalah ekonomi saja. Padahal kalo kita mau lebih
berpikir jauh, istilah sales itu tidak akan bisa terlepas dari kehidupan kita.
Hampir semua lini kehidupan pasti terjadi sales. Lha terus kalo gitu apa sih
sebenarnya arti dari sales??? Nah Sales is ”An exchange of value between two
or more parties”(hhe copas dari seminar tadi pagi ini). Jadi kalo sesuai
makna diatas sales itu tidak hanya di identikan dengan masalah jual beli atau
tukar menukar barang dagangan dengan uang, tapi cakupannya lebih luas yakni
tukar menukar ‘nilai’ antara dua pihak atau lebih.
Ketika makna sales itu lebih
didentikan dengan nilai tukar menukar nilainya, maka hampir seluruh bagian lini
kehidupan kita adalah identik dengan sales. Bagaimana tidak, kalo kita mau
memperhatikan seluruh makna kehidupan kita maka kita akan banyak menemukan
kegiatan tukar-menukar atau jual-beli. Contoh mudahnya tentang kuliah (biar
ngga jauh2 dari kita para pelajar). Saat kita menghadiri kuliah secara tidak
sadar kita telah menjual waktu kita, waktu bebas kosong untuk bersantai-santai,
tapi sebagai bayarannya kita mendapatkan ilmu di kelas mendapatkan banyak
pengalaman-pengalaman baru dsb. Begitu juga saat kita menikahi seorang gadis
kita juga telah menjual waktu kebebasan kita yang semual setiap malam bisa
plesir makan-makan bebas, bisa nginep dimana-mana tanpa mengkhawatirkan suatu
hal. Tapi sebagai bayaran atas jualan kita adalah kita mendapat kepuasan dengan
hadirnya pasangan hidup yang senantiasa bisa jadi penghibur penyemangat dan
tempat bersandar kita. Kemudian adalagi ngga usah jauh-jauh juga dengan sekitar
kita, pengemis mereka juga melakukan kegiatan sales, mereka menjual rasa iba
kepada orang-orang akhirnya timbul rasa empati, dan saat kita memberinya uang
maka kita telah membeli produk sang pengemis yakni rasa iba. Dan masih banyak
lagi analogi mengenai sales dalam kehidupan kita.
Nah maka kalo disebut salesman, maka kita semua adalah salesman, we
are salesman. Karena kita menjual apa-apa yang kita miliki dan membeli dengan
apa-apa yang kita punyai, tidak serta merta msalah uang ato barang dan jasanya
saja tapi lebih ke nilai dan maknanya. Sekarang kita adalah muslim, muslim
memiliki kewajiban untuk berdakwah kepada khalayak. Maka kita yang juga
salesman, sebagai konsekuensinya kita harus menjual waktu-waktu kita untuk islam.
Tholabul ilmi dan mengamalkannya pada diri dan orang lain. waktu-waktu kita
yang kosong dan bebas untuk apa saja kita lakukan, harus dijual untuk islam.
Dan timbal baliknya jelas pasti ada, yakni kita mendapat bayaran langsung dari
Allah yakni ganjaran, bisa ganjaran yang nyata kita bisa rasakan di kehidupan
saat ini maupun ganjaran di akhirat. Sebagaimana Rasulullah dan para sahabatnya
yang dengan ikhlas menjual waktu mereka untuk islam. Seperti saat perang badar,
kaum muslimin menjual waktu mereka untuk islam yakni berperang dengan orang
kafir quraisy padahal waktu itu kondisi mereka sedang sangat lemah, tapi karena
mereka memiliki nilai yang tinggi karena kualitas imannya maka saat itu juga
Allah langsung membayar jualan kaum muslimin dengan bantuan dan akhirnya
memenangkan peperangan tersebut di samping juga Allah membayarnya dengan
ganjaran akhirat.
”لقد نصركم الله ببدر و انتم ادلة فاتقوا
الله لعلكم تفلحون ”
Sungguh
Allah telah menolong kamu dalam peperangan Badar, padahal kamu adalah (ketika
itu) orang-orang yang lemah . Karena itu bertakwalah kepada
Allah, supaya kamu mensyukuri-Nya.(ali imron:123)
Maka untuk islam kita harus
menjadi seorang good salesman. Sehingga kita memiliki nilai-nilai yang berarti
dalam diri kita yang akan laku ketika dipasarkan di masyarakat dan tidak
memberikan kerugian pada diri kita. So be a good salesman dengan meningkatkan
kualitas diri dan keimanan sehingga kehidupan kita penuh nilai. Wallahua’lam.
No comments:
Post a Comment