Greet


Saturday, November 3, 2012

SALESMAN


“Ente jual gue belii…”. Pasti buat kita kata-kata disamping ngga’ asing lgi ditelinga, terutama dipilm-pilm yang ada artis betawi ato kalo ngga komedi-komedi lawakan.  Tak jarang pun waktu guyon-guyon ama temen sering terucap juga kata kata itu.
Nah pren kalo kita berpikir lebih jauh memang istilah-istilah di dunia perekonomian tidak bakal terlepas dari kehidupan kita (lha wong memang ilmu ekonomi itu di ambil dari bagian kehidupan manusia). Istilah jual-beli lebih lahir duluan ketimbang nama ekonomi. Ditulisan kali ini bukan bermaksud untuk membahas ekonomi secara khusus tapi mbahas masalah istilah jual-beli ato bahasa kerennya SALES.

Kebanyakan dari kita mengartikan istilah sales ini hanya pada konteks yang sempit khusus masalah ekonomi saja. Padahal kalo kita mau lebih berpikir jauh, istilah sales itu tidak akan bisa terlepas dari kehidupan kita. Hampir semua lini kehidupan pasti terjadi sales. Lha terus kalo gitu apa sih sebenarnya arti dari sales??? Nah Sales is ”An exchange of value between two or more parties”(hhe copas dari seminar tadi pagi ini). Jadi kalo sesuai makna diatas sales itu tidak hanya di identikan dengan masalah jual beli atau tukar menukar barang dagangan dengan uang, tapi cakupannya lebih luas yakni tukar menukar ‘nilai’ antara dua pihak atau lebih.
Ketika makna sales itu  lebih didentikan dengan nilai tukar menukar nilainya, maka hampir seluruh bagian lini kehidupan kita adalah identik dengan sales. Bagaimana tidak, kalo kita mau memperhatikan seluruh makna kehidupan kita maka kita akan banyak menemukan kegiatan tukar-menukar atau jual-beli. Contoh mudahnya tentang kuliah (biar ngga jauh2 dari kita para pelajar). Saat kita menghadiri kuliah secara tidak sadar kita telah menjual waktu kita, waktu bebas kosong untuk bersantai-santai, tapi sebagai bayarannya kita mendapatkan ilmu di kelas mendapatkan banyak pengalaman-pengalaman baru dsb. Begitu juga saat kita menikahi seorang gadis kita juga telah menjual waktu kebebasan kita yang semual setiap malam bisa plesir makan-makan bebas, bisa nginep dimana-mana tanpa mengkhawatirkan suatu hal. Tapi sebagai bayaran atas jualan kita adalah kita mendapat kepuasan dengan hadirnya pasangan hidup yang senantiasa bisa jadi penghibur penyemangat dan tempat bersandar kita. Kemudian adalagi ngga usah jauh-jauh juga dengan sekitar kita, pengemis mereka juga melakukan kegiatan sales, mereka menjual rasa iba kepada orang-orang akhirnya timbul rasa empati, dan saat kita memberinya uang maka kita telah membeli produk sang pengemis yakni rasa iba. Dan masih banyak lagi analogi mengenai sales dalam kehidupan kita.
Nah maka kalo disebut salesman, maka kita semua adalah salesman, we are salesman. Karena kita menjual apa-apa yang kita miliki dan membeli dengan apa-apa yang kita punyai, tidak serta merta msalah uang ato barang dan jasanya saja tapi lebih ke nilai dan maknanya. Sekarang kita adalah muslim, muslim memiliki kewajiban untuk berdakwah kepada khalayak. Maka kita yang juga salesman, sebagai konsekuensinya kita harus menjual waktu-waktu kita untuk islam. Tholabul ilmi dan mengamalkannya pada diri dan orang lain. waktu-waktu kita yang kosong dan bebas untuk apa saja kita lakukan, harus dijual untuk islam. Dan timbal baliknya jelas pasti ada, yakni kita mendapat bayaran langsung dari Allah yakni ganjaran, bisa ganjaran yang nyata kita bisa rasakan di kehidupan saat ini maupun ganjaran di akhirat. Sebagaimana Rasulullah dan para sahabatnya yang dengan ikhlas menjual waktu mereka untuk islam. Seperti saat perang badar, kaum muslimin menjual waktu mereka untuk islam yakni berperang dengan orang kafir quraisy padahal waktu itu kondisi mereka sedang sangat lemah, tapi karena mereka memiliki nilai yang tinggi karena kualitas imannya maka saat itu juga Allah langsung membayar jualan kaum muslimin dengan bantuan dan akhirnya memenangkan peperangan tersebut di samping juga Allah membayarnya dengan ganjaran akhirat.
لقد نصركم الله ببدر و انتم ادلة فاتقوا الله لعلكم تفلحون
Sungguh Allah telah menolong kamu dalam peperangan Badar, padahal kamu adalah (ketika itu) orang-orang yang lemah . Karena itu bertakwalah kepada Allah, supaya kamu mensyukuri-Nya.(ali imron:123)
 Maka untuk islam kita harus menjadi seorang good salesman. Sehingga kita memiliki nilai-nilai yang berarti dalam diri kita yang akan laku ketika dipasarkan di masyarakat dan tidak memberikan kerugian pada diri kita. So be a good salesman dengan meningkatkan kualitas diri dan keimanan sehingga kehidupan kita penuh nilai. Wallahua’lam.

No comments:

Post a Comment