Greet


Friday, November 23, 2012

UNTUK MANUSIA AJA BISA LUAR BIASA, UNTUK ALLAH???

           Beberapa waktu yang lalu di sini diadakan agenda bueesar yang sangat penting bagi para pemimpin-pemimpin Negara berkembang. Ya tepatnya tanggal 21-22 november 2012 di negeri Muhammad Ali Jinnah ini di adakan pertemuan puncak KTT D-8 yang ke-8. Oh ya biar tau, D-8 adalah sebuah organisasi yang terdiri dari beberapa Negara berkembang yang memiliki perkembangan ekonomi yang cukup tinggi dibanding Negara-negara berkembang yang lain. Organisasi ini bertujuan untuk memajukan perekonomian diantara para anggotanya. Anggota D-8 terdiri dari Indonesia, Turki, Mesir, Iran, Malaysia, Pakistan, Nigeria, Bangladesh. Nah kembali lagi ke pokok masalah, Dalam mempersiapan KTT kali ini wuiiih persiapaannya luarrr biasaaa. Jauh-jauh hari udah diperhitungkan jeh, sampe detiiil pool, maklum soale yang bakal hadir para presiden dan perdana mentri Negara anggota, jadi ya wajar persiapannya ‘lebaay’ sangat.

            Begitu pula persiapan di kubu merah putih. Weleh-weleh, sampe-sampe orang KBRI minta bantuan para mahasiswa dalam rangka peenyambutan rombongan Presiden Indonesia. Jauh hari panitia sudah dibentuk dengan matang kemudian juga beberapa tim paspampres sudah bertolak duluan ke Pakistan guna mempersiapkan segala halnya dengan matang. Rapat dilakukan berkali-kali sampe benar-benar jelas dan clear. Untuk memperlancar gerak mahasiswa pun dari pihak merah putih langsung membuat surat pengantar ke pihak kampus. Walaupun tidak goal surat pengantarnya, untungnya pas hari H acara KTT semua kegiatan persekolahan diliburkan, jadi cumin bolos sehari aja, wkwkwk. Wes pokoknya selama acara berlangsung 2 hari plus beberapa hari persiapannya, semua pihak bekerja terus hanya sedikit istirahat. Untungnya gara-gara ada hadiah ‘petasan’ pas H-1 di deket bandara, akhirnya perpulangan para pemimpin Negara dipercepat.
            Nah kawan cuplikan diatas tuh baru salah satu contoh yang sesuai dengan judul tulisan ini. Banyak orang yang ketika mempersiapkan hal-hal keduniaan wuiih ‘lebay’nya sangat. Persiapan yang dilakukan sangat lah matang dan diperhitungkan segalanya. Tak ada hal yang luput, apalagi kayak contoh diatas untuk nyambut satu orang ajah, wleh-weleh yang mempersiapankan ratusan orang lebih jeh. Hal ini sangat kontras terhadap persiapan kehidupan akhirat. Persiapan yang dilaukan hanya wes pokoke jalani aja, dan kadang-kadang terlupakan Karena sibuk mempersiapkan urusan duniawi. Fokusnya lebih condong ke kehidupan dunia. Kita lupa bahwa kita juga akan kedatangan tamu, bukan presiden, menteri ataupun pemimpin-pemimpin yang lain. Melainkan tamu kita itu adalah sang malaikat maut yang senantiasa bisa datang kapan saja sesuai kehendak Allah. Kita sering lupa dengan tamu kita yang satu ini, tamu kematian. Tapi kita tidak pernah lupa kalau tamu yang datang itu seorang penting di mata dunia bukan dimata akhirat. Padahal tamu yang tidak boleh kita lupakan adalah tamu kematian. Allah berfirman,” كل نفس ذاىقة الموت ”(setiap yang berjiwa pasti akan merasakan kematian). Dan masih banyak firman-firman Allah yang megingatkan kita tentang kematian.
            Padahal pren banyak mengingat tamu kematian ini lebih menguntungkan daripada cuman mengingat tamu manusia biasa walaupun dia tokoh penting dunia. Mengingat tamu kematian bisa mendatangkan maslahat dua kehidupan, kehidupan dunia dan akhirat. Tapi kalau sekedar mengingat tamu halah manusia pol-polan ya cuman duniawi. Renungkan saja kawan dengan kita mengingat kematian pasti semua tindak tanduk kita akan kita perhitungkan untuk kemaslahatan diakhirat kelak. Misalkan karena kita selalu mengingat kematian yang bisa dating kapan saja maka akhirnya kita bertindak jujur dimanapun dan kapanpun. Dengan jujur itu akan bisa membawa manfaat keduniawian orang-orang banyak yang mempercayai kita, dan tak lupa pula dengan kita jujur maka kita juga mendapat ganjaran pahala dari Allah sebagai bekal kita untuk perjalanan panjang kehidupan akhirat.
           Ada sebuah pepatah “ barang siapa yang tau lamanya perjalanan maka dia akan mempersiapkannya”. Nah pepatah disamping adalah pas, kehidupan akhirat itu lama dan panjang kawan maka harus kita persiapkan dari sekarang, jangan pernah menunda nunda untuk hal ini, termasuk juga janganlah sampai kita melupakan tamu kita yang jelas-jelas akan dating yakni tamu malaikat maut yang akan mencabut nyawa kita. Wallahua’lam
           

No comments:

Post a Comment