Beberapa waktu yang lalu di sini diadakan agenda bueesar yang
sangat penting bagi para pemimpin-pemimpin Negara berkembang. Ya tepatnya
tanggal 21-22 november 2012 di negeri Muhammad Ali Jinnah ini di adakan
pertemuan puncak KTT D-8 yang ke-8. Oh ya biar tau, D-8 adalah sebuah
organisasi yang terdiri dari beberapa Negara berkembang yang memiliki
perkembangan ekonomi yang cukup tinggi dibanding Negara-negara berkembang yang
lain. Organisasi ini bertujuan untuk memajukan perekonomian diantara para
anggotanya. Anggota D-8 terdiri dari Indonesia, Turki, Mesir, Iran, Malaysia,
Pakistan, Nigeria, Bangladesh. Nah kembali lagi ke pokok masalah, Dalam
mempersiapan KTT kali ini wuiiih persiapaannya luarrr biasaaa. Jauh-jauh hari
udah diperhitungkan jeh, sampe detiiil pool, maklum soale yang bakal hadir para
presiden dan perdana mentri Negara anggota, jadi ya wajar persiapannya ‘lebaay’
sangat.
Begitu pula
persiapan di kubu merah putih. Weleh-weleh, sampe-sampe orang KBRI minta
bantuan para mahasiswa dalam rangka peenyambutan rombongan Presiden Indonesia.
Jauh hari panitia sudah dibentuk dengan matang kemudian juga beberapa tim
paspampres sudah bertolak duluan ke Pakistan guna mempersiapkan segala halnya
dengan matang. Rapat dilakukan berkali-kali sampe benar-benar jelas dan clear. Untuk
memperlancar gerak mahasiswa pun dari pihak merah putih langsung membuat surat
pengantar ke pihak kampus. Walaupun tidak goal surat pengantarnya, untungnya
pas hari H acara KTT semua kegiatan persekolahan diliburkan, jadi cumin bolos
sehari aja, wkwkwk. Wes pokoknya selama acara berlangsung 2 hari plus beberapa
hari persiapannya, semua pihak bekerja terus hanya sedikit istirahat. Untungnya
gara-gara ada hadiah ‘petasan’ pas H-1 di deket bandara, akhirnya perpulangan
para pemimpin Negara dipercepat.
Nah kawan
cuplikan diatas tuh baru salah satu contoh yang sesuai dengan judul tulisan
ini. Banyak orang yang ketika mempersiapkan hal-hal keduniaan wuiih ‘lebay’nya
sangat. Persiapan yang dilakukan sangat lah matang dan diperhitungkan
segalanya. Tak ada hal yang luput, apalagi kayak contoh diatas untuk nyambut
satu orang ajah, wleh-weleh yang mempersiapankan ratusan orang lebih jeh. Hal
ini sangat kontras terhadap persiapan kehidupan akhirat. Persiapan yang
dilaukan hanya wes pokoke jalani aja, dan kadang-kadang terlupakan Karena sibuk
mempersiapkan urusan duniawi. Fokusnya lebih condong ke kehidupan dunia. Kita
lupa bahwa kita juga akan kedatangan tamu, bukan presiden, menteri ataupun
pemimpin-pemimpin yang lain. Melainkan tamu kita itu adalah sang malaikat maut
yang senantiasa bisa datang kapan saja sesuai kehendak Allah. Kita sering lupa
dengan tamu kita yang satu ini, tamu kematian. Tapi kita tidak pernah lupa
kalau tamu yang datang itu seorang penting di mata dunia bukan dimata akhirat.
Padahal tamu yang tidak boleh kita lupakan adalah tamu kematian. Allah
berfirman,” كل نفس ذاىقة الموت ”(setiap
yang berjiwa pasti akan merasakan kematian). Dan masih banyak firman-firman
Allah yang megingatkan kita tentang kematian.
Padahal pren
banyak mengingat tamu kematian ini lebih menguntungkan daripada cuman mengingat
tamu manusia biasa walaupun dia tokoh penting dunia. Mengingat tamu kematian bisa
mendatangkan maslahat dua kehidupan, kehidupan dunia dan akhirat. Tapi kalau sekedar
mengingat tamu halah manusia pol-polan ya cuman duniawi. Renungkan saja kawan
dengan kita mengingat kematian pasti semua tindak tanduk kita akan kita
perhitungkan untuk kemaslahatan diakhirat kelak. Misalkan karena kita selalu
mengingat kematian yang bisa dating kapan saja maka akhirnya kita bertindak
jujur dimanapun dan kapanpun. Dengan jujur itu akan bisa membawa manfaat
keduniawian orang-orang banyak yang mempercayai kita, dan tak lupa pula dengan
kita jujur maka kita juga mendapat ganjaran pahala dari Allah sebagai bekal
kita untuk perjalanan panjang kehidupan akhirat.
Ada sebuah
pepatah “ barang siapa yang tau lamanya perjalanan maka dia akan
mempersiapkannya”. Nah pepatah disamping adalah pas, kehidupan akhirat itu lama
dan panjang kawan maka harus kita persiapkan dari sekarang, jangan pernah
menunda nunda untuk hal ini, termasuk juga janganlah sampai kita melupakan tamu
kita yang jelas-jelas akan dating yakni tamu malaikat maut yang akan mencabut
nyawa kita. Wallahua’lam
No comments:
Post a Comment