Greet


Wednesday, February 12, 2014

Badai Pasti Berlalu?? Tidak Tanpa Taqwa


Sejak runtuhnya khilafah ustmaniyah pada awal abad 19, kaum muslimin dari ujung Maroko hingga Indonesia tak henti-hentinya diterjang ujian, kemunduran serta musibah dari Allah. Umat islam yang dulunya jaya makin hari makin mundur, lalu merebaknya fitnah terhadap orang-orang yang memegang teguh terhadap Dienul islam, serta banyak musibah yang Allah timpakan kepada sebagian kaum muslimin. Tak ketinggalan di negeri khatulistiwa Indonesia yang terkenal sebagai mayoritas penduduk muslim terbesar di dunia juga banyak mengalami hal tersebut. Termasuk akhir-akhir ini negeri bumi pertiwi kita ini banyak dilanda musibah yang tak henti-hentinya. Dari erupsi gunung berapi sampai banjir bandang menghantui Indonesia.
            Lalu apa sebenarnya penyebab dibalik musibah tersebut?? Ataukah ternyata itu adalah adzab dan ujian dari Allah?? Berbagai pihak mencoba meraba-raba penyebab dibalik kejadian tersebut. Pemerintah dengan badan meteorologinya berpendapat kejadian-kejadian banjir tersebut karena curah hujan yang tinggi akhir-akhir ini. Kemudian karena Indonesia terletak dipertemuan lempeng-lempeng gunung berapi yang sering aktif. Bahkan tak sedikit pula yang terang-terangan menyalahkan hujan lalu menyalahkan luapan sungai dari kota lain, lalu menyalahkan banyak pihak-pihak yang sebenarnya tak masuk akal jika disalahkan.
              Sebenarnya tidaklah salah jika badan ahli tadi memprediksikan curah hujan dan lain sebagainya, tapi tidakkah mereka ingat di balik itu semua ada Allah sang Maha Perkasa Sang Penentu Segalanya. Dialah sang pembuat skenario di jagad raya ini. Sudah banyak ulama-ulama Indonesia mengingatkan akan hal tersebut tapi apa daya ternyata power setan lebih kuat ketimbang para ulama.
           Allah memutuskan menimpakan sesuatu tidaklah tanpa alasan, semua ada penyebab dan alasan dibalik itu semua. Kita tahu di Indonesia bisikan setan lebih kuat mempengarui manusia-manusianya sehingga kemaksiatan dan kesesatan meraja lela. Ajaran islam tidaklah diterapkan secara total oleh para pemeluknya yang berujung pada kesesatan dan kemaksiatan. Padahal Allah memerintahkan, ”Wahai orang-orang yang beriman masuklah dalam islam secara total dan janganlah ikuti jalan syetan, sesungguhnya setan adalah musuh yang nyata”(Al-Baqarah: 208.
            Dari satu ayat tersebut perintah Allah sudah dilanggar, pasti begitu pula dengan perintah-perintah yang lain.  Terbukti dengan banyaknya aliran sesat yang melenceng dari aqidah, kemdian banyak diproduksi minuman keras dan peminumnya, banyak terjadi pacaran dan perzinahan, semuanya lengkap insya Allah. 
            Lalu apa yang sebenarnya jadi solusi paling awal sebelum solusi-solusi lain? Sebagaimana judul di atas solusi ini Insya Allah akan menyebabkan badai (musibah dan cobaan) akan berlalu. Solusi utama dan pokok tersebut adalah taqwa dan kembali kepada ketaatan total kepada Allah dan Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam. Sebelum kita maju ke solusi taktik politik, ekonomi, pendidikan, tata kota ataupun yang lainnya, solusi ketaatan kepada Allah dan Rasulnya inilah yang paling pokok untuk di benahi. Jikalau ini kokoh maka Allah sendirilah yang akan menjajikan keberkahan serta kebaikan kehidupan. Allah berfirman:
            وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَٰكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ
Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa kami akan melimpahkan kepada mereka berkah di langit dan di bumi. Tetapi ternyata mereka mendustkan (ayat-ayat kami) maka kami siksa sesuai dengan yang telah mereka kerjakan” (Al-A’raf : 96)”
Ayat tersebut merupakan solusi dan jawaban langsung dari Allah atas apa yang terjadi akhir-akhir ini. Di awal ayat adalah solusinya dan di akhir ayat adalah jawaban dibalik apa yang terjadi di negeri kita. Kemdian di ayat lain Allah pun berfirman:
مَنْ عَمِلَ صَـلِحاً مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَوةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُواْ يَعْمَلُونَ
“Dan barang siapa yang mengerjakan amalan sholeh baik dari laki-laki dan perempuan dan dalam keadaan beriman, maka akan Kami limpahkan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan paha;a yang lebih baik dari yang mereka kerjakan” (An-Nahl:97)
            Dua ayat di atas adalah solusi yang pokok langsung dari Allah serta janji efek dari solusi tersebut. Allah melimpahkan keberkahan kemudian kehidupan yang baik di dunia serta Allah akan memberikan balasan pahala untuk di akhirat kelak. Sebenarnya solusi ketakwaan terhadap perintah Allah inlah yang harusnya paling di kampanyekan untuk memperkuat pondasi personal. Dan kemudian baru solusi-solusi tahap lanjut di terapkan, Insya Allah semua solusi tahap lanjut tersebut akan dijamin oleh Allah keberhasilannya. Maka yang harus kita lakukan sejak sekarang adalah terapkan hal tersebut pada diri kemudian bentengkan dan terapkan kepada keluarga lalu tak lupa sebarkan syiarnya kepada masyarakat sekitar. Jika keluarga solid dalam pembinaan dan tarbiyah maka penyebaran syiar islam pun akan solid juga, karena keluarga adalah pondasi pembangun kekokohan individu. Insya Allah keberkahan dan kemajuan islam dan Indonesia akan tercapai di masa yang akan datang. Wallahu’alam


No comments:

Post a Comment