Sebenarnya beliau
mengisi kita hanya sekedar memberikan nasihat-nasihat keimanan. Nasihat simpel
yang sangat mengena ke dalam relung hati kita. Dengan suara yang masih lantang
berapi-api di usia yang senja beliau menyampaikan nasihat sebuah ayat, yakni
surat Al-Hasyr ayat 7, “Apa-apa yang tekah dibawa oleh Rosulullah Shalallahu
Alaihi Wassalam maka ambilah dan apa-apa yang telah beliau larang maka
jauhilah….”. Ayat tersebut kata beliau adalah salah satu asas pokok dari
asas-asas islam. Islam memiliki banyak asas dan pondasi dan kandungan dari ayat
tersebut merupakan salah satu asas pokok darinya.
Jadi kita sebagai
pengikut Rasulullah haruslah mengedepankan syariat-syariat yang telah di bawa
oleh Rasul Muhammad shalallahu alaihi wassalam. Beliau memberikan
beberapa kisah sahabat mengenai hal tersebut. Sahabat agung nan mulia yang
dijanjikan Allah surge saja selalu mengedepankan perintah-perintah Rasulullah.
Sekelas Abu Bakar Ash Shidiq sahabat terbaik yang di janjikan surge oleh Allah
tak pernah arogan dengan posisinya. Tatkala beliau salah dan menyelisihi
perintah rosulullah kemudian di tegur oleh Umar Bin Khattab dengan hujjah
hadits Rasulullah, beliau Abu Bakar langsung membenarkan perkataan Umar dan
mengakui kesalahannya.
Kemudian sekelas Umar sang Amirul mukminin salah menyikapi
permasalahan hukum perajaman. Ketika di tegur Ali bin Abi Talib dengan hadits
Rasulullah, beliau Umar langsung bahagia karena Umar terselamatkan dari
kesalahan, dan segera beliau membenarkan
hujjah Ali. Begitu pula dengan Ali yang melakukan kesalahan lalu ditegur Ibnu
Abbas dengan perkataan Rasulullah, Ali langsung membenarkan hujjah Ibnu Abbas
dan mengakui kesalahannya. Dan kejadian di atas mereka akui dengan senang kalau
salah kemudian langsung kembali ke hujjah yang benar tanpa sikap arogan karena
memiliki posisi.
Benar-benar simpel tapi pas sekali dan mengena dengan kondisi
kebanyakan kita saat ini. Di zaman sekarang ini banyak orang yang bermaksiat
dengan pede namun ketika di tegur dengan hujjah-hujjah yang bersandar dengan
Quran dan sunnah, mereka malah bersikap arogan tidak menerima teguran karena
gengsi atau malu lah dengan jabatan atau posisi. Pedoman hidup banyak di
tinggalkan tapi saat diingatkan malah benci dan marah.
Coba dibayangkan jika orang-orang sekarang meniru sikap yang
dilakukan para sahabat saat salah dan
segera kembali ke hujjah yang benar, maka bisa di pastikan insha Allah, era
kebangkitan dan kemajuan seperti zaman umar dapat terulang kembali saat ini. Semua
bersikap mengedepankan Quran dan sunnah, tidak malu mengakui kesalahan dan
segera kembali ke yang benar tanpa ‘muni-muni”, insha Allah keberkahan
kembali menghampiri kita kaum muslimin di akhir zaman. Wallahua’lam

No comments:
Post a Comment