Saat ini masih banyak diantara pelajar tidak mengetahui cirri-ciri
spesifik ekonomi islam. Bahkan beberapa sarjana dan ekonom masih mengatakan
bahwa ekonomi islam tidak memiliki karakteristik khusus yang membedakan dengan
sistem konvensional. Tak sedikit dari mereka yang mencoba mengkaburkan sistem
islam dengan menyamakan dengan sistem lain sesuai condong mereka. Mereka yang
condong ke sistem sosialis akan mengatakan bahwa ekonomi islam itu sama dengan
ekonomi sosialis. Dan yang condong ke kapitalis akan mengatakan sebaliknya.
Sebenarnya ekonomi
islam itu memiliki karakteristik spesifik yang membedakan ia dengan kapitalis
maupun sosialis. Kita tahu bahwa sistem sosialis adalah kebalikan dari sistem
kapitalis. Sosialis muncul sebagai kritik akan gagalnya sistem kapitalis di
abad pertengahan. Namun sosialispun juga berujung pada kehancuran. Jika kita
merujuk pada ekonom barat mereka mengklasifikasikan beberapa criteria sehingga
sistem ekonomi itu bisa disebut sebagai benar-benar sistem. Sistem kapitalis
maupun sosialis pun juga berpacu pada criteria tersebut.
Ada lima criteria sehingga
sistem itu bisa disebut sebagai sistem menurut ilmuwan barat. Pertama adalah status
kepemilikan sebuah property atau sumber daya, lalu yang kedua adalah sifat dari
kebebasan ekonomi, lalu ketiga adalah mekanisme intensif, kemudian yang keempat
adalah institusi pembuat keputusan lalu yang terakhir adalah distribusi
pendapatan. Lima criteria tersebut dimiliki oleh sistem konvensional, begitu
juga sistem islam yang memenuhi syarat tersebut seperti yang dikemukakan oleh
pakar perbankan islam Pakistan DR. Atiquzzafar Khan.
Beliau mengatakan
bahwa ekonomi islam sangat memenuhi criteria tersebut dan bisa dikatakan
ekonomi islam adalah jalan tengah dari kedua sistem tersebut. Ekonomi islam
memliki criteria sesuai apa yang pakar barat tetapkan. Cirri yang pertama
mengenai status hak kepemilikan, dalam islam status pemilik sebenarnya segala
sesuatu yang ada di ala mini adalah Allah kemudian status manusia hanya
sebagai orang yang dititipi oleh Allah
yang harus bertanggung jawab memegangnya dan mengolahnya dengan baik.
Lalu cirri kedua
mengenai sifat kebebasan dalam berekonomi, dalam islam sistem yang diterapkan
adalah bebas tapi ada batasan, yakni batasan halal dan haram. Jadi dalam islam
tidak bisa serta merta melakukan tindakan mencari keuntungan dengan
menghalalkan segala cara dan merugikan banyak orang, semua ada batasannya. Kemudian
cirri yang ketiga adalah mekanisme insentif, dalam islam menerapkan model
pencapaian falah (kemakmuran atau kemenangan). Makna falah disini
tidak hanya mencakup personal interest melainkan juga mencakup social
interest, sehingga kemakmuran pun akan tersebar di kehidupan masyarakat
luas.
Lalu cirri berikutnya
adalah institusi dan proses pembuat keputusan, dalam islam sistem pasar dibawah
supervisi atau pengawasan Negara. Seperti pada era khalifah Umar bin Khattab
beliau membentuk institusi hibah sebagai pengawas berjalannya sistem pasar. Jadi
keputusan ekonomi tidak total dipegang oleh pasar melainkan melalui pengawasan Negara,
jika ada yang tidak sejalan dengan nilai islam maka akan dilarang. Kemudian cirri
terakhir tentang distribusi pendapatan, dalam islam pendapatan harus
didistribusikan secara adil tidak boleh hanya berputar beberapa tangan saja. Dalam
islam pun mengakui adanya ketidakadilan ekonomi tapi dalam taraf yang
sewajarnya dan tidak terlalu besar gap antara kaya dan miskin. Karena dalam
islam menerapkan sistem zakat, infak dan shadaqah untuk membantu
mensirkulasikan pendapatan tidak hanya ditangan orang-orang kaya melainkan juga
berputar ditangan orang-orang yang tidak mampu. Sehingga sirkulasi keuangan
merata kesemua lini masyarakat walaupun tetap ada ketidakadilan ekonomi tapi
dalam taraf yang wajar.
Jadi sekali lagi
ekonomi islam itu memiliki cirri yang spesifik yang membedakan dengan sistem
konvensional. Jadi tidak bisa kita katakan bahwa sistem islam mirip dengan
sistem sosialis ataupun kapitalis karena pendapat tersebut hanya akan
mengkaburkan sistem ekonomi islam dengan sistem konvensional saat sistem islam
mulai menunjukan taringnya di kancah internasional. Wallahua’lam

No comments:
Post a Comment