Greet


Saturday, September 15, 2012

PENDEKATAN NILAI-NILAI ISLAM DALAM ILMU PENGETAHUAN

 
( Disadur dari materi kuliah DR Atiq Ur Rehman tentang Statistik For Muslims)
 
Bagian I: Pengantar

Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi." (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)" (al A’raf: 172)
                Allah Ta’ala menciptakan kita semua, dan membuat kita pula kenal dengan Allah sebagai Tuhannya, sebelum mengirim kita ke dunia ini. Tujuan dari kita hidup di Dunia ini adalah untuk hidup dengan penuh kesadaraan dan pengakuan terhadap sang Pencipta kita. Semua manfaat ilmu pengetahuan adalah sebuah kekayaan. Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam membawa kepada kita risalah dari Allah yang lengkap dan sempurna.
Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.” (Al-Maidah:3)

                Sesuai dengan ramalan dari Rasululloh, Agama islam datang sebagai sesuatu hal asing dan islam akan menjadi sebuah hal yang asing. Selama beberapa abad yang lalu, kaum muslimin mulai menjauh dari agama dalam kehidupan pribadi serta kehidupan kebersamaan mereka. kemunculan kekuatan global dari barat telah memipin penyebaran banyak pemikiran dan filosofi yang sangat banyak bertentangan dengan ajaran utama agama islam. Ajaran sekuler barat adalah sebuah pemikiran dalam bidang pengetahuan yang jauh keluar dari lingkup agama. Karena barat telah banyak memimpin dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan, maka kaum muslimin telah dipaksa untuk belajar, mengadopsi dan menerima pemikiran-pemikiran barat tersebut. Proyek islamisasi ilmu pengetahuan adalah sebuah usaha atau percobaan untuk mendapatkan manfaat dari aspek kemajuan ilmu pengetahuan di barat, sembari menghilangkan pengaruh komponen sekuler dan ateisme. Hal ini pasti akan sulit di laksanakan mengingat banyak dari pemikiran barat bertentangan dengan pandangan islam yang sakral dan berbeda dengan asumsi dasar dari ilmu pengetahuan barat dan islam tidak bisa didiskusikan secara bebas dan berlebihan. Meskipun demikian, ini adalah sebuah isu yang berprioritas tinggi, karena bagaimanapun juga seorang muslim muda harus dilatih untuk memegang sebuah peranan besar di masa depan kita. Tapi metode-metode pelatihan dan pembelajaran yang dibawa dari barat sangatlah tidak pas. Dan di saat yang sama kita tidak mampu mencari jalan alternatif ataupun menolak kontribusi barat dalam memasok ilmu pengetahuan untuk manusia. Maka mencari sebuah cara yang pas untuk permasalahan tarsebut adalah tujuan dan keinginan kita.
                Artikel ini adalah salah satu bagian dari proyek islamisasi ilmu pengetahuan. Pandangan islam dalam masalah ilmu pengatahuan, adalah sebaik-baik metodologi untuk pengajaran dan pembelajaran, dan hal ini berbeda secara mendasar dengan pandangan pemikiran barat dalam masalah ilmu pengetahuan. Salah satu pemikiran utama dari sekulerisasi barat adalah bahwa ilmu pengetahuan dapat di golong-golongkan, seperti beberapa wilayah ilmu layaknya Sains, matematika dan lainya, tidaklah memiliki hubungan sama sekali dengan agama. Oleh karenanya kita akan menunjukan bahwasanya islam memberikan pencerahan ke semua wilayah ilmu pengetahuan. Kita akan menunjukan bagaimana pandangan kita secara mendasar dalam sebuah subjek berubah ketika isinya di cernakan kedalam sebuah kerangka makna sesuai dengan nilai islam.
                Kita akan memulainya dengan mempelajari proses pengajaran dan pembelajaran. Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam di utus sebagai seorang guru, dan islam memiliki sebuah koleksi yang sangat banyak mengenai prinsip-prinsip penting tentang bagaimana mengajar dan belajar. Pengadopsian secara luas mengenai pendekatan pemikiran barat kepada pendidikan hanya membawa ketidak jelasan tentang prinsip-prinsip yang berkarakter pendidikan islam. mungkin kita hanya akan bisa meninjau beberapa esensi elemen-elemen dari prinsip-prinsip islam di artikel pertama ini.
                Dalam artikel ini, kita akan membuka bahwa islam memiliki pendekatan sendiri yang unik terhadap ilmu pengetahuan, baik untuk para pengajar ataupun para siswa. Pendekatan ini berbeda dengan pendekatan yang di gunakan di barat dan juga pendekatan yang taklid di timur.  Dan sayangnya, karena kaum muslimin sudah dipaksa untuk meniru, akhirnya ini telah membuat sebuah kesan bahwa kaum muslimin tidak memiliki cara pendekatan mereka sendiri. Dan ini sangat penting untuk di lawan. Dan ini adalah tujuan utama dari artikel pertama ini.
                Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam di utus sebagai seorang guru, Beliau adalah guru terbaik sepanjang masa. Belajar tentang prinsip-prinsip pengajaran dan pembelajaran dari Beliau akan membawa kepada cara pendekatan-pendekatan terbaik dalam mengajar dan belajar. Maka dari itu kita akan mencoba menyaring beberapa prinsip dari bentuk pendidikan islam dan mendalaminya di sini. (Bersambung)

No comments:

Post a Comment