( Disadur dari materi kuliah DR Atiq Ur Rehman tentang Statistik For Muslims)
Bagian I:
Pengantar
“Dan (ingatlah),
ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan
Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman):
"Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau
Tuhan kami), kami menjadi saksi." (Kami lakukan yang demikian itu) agar di
hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah
orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)" (al A’raf: 172)
Allah Ta’ala menciptakan
kita semua, dan membuat kita pula kenal dengan Allah sebagai Tuhannya, sebelum
mengirim kita ke dunia ini. Tujuan dari kita hidup di Dunia ini adalah untuk
hidup dengan penuh kesadaraan dan pengakuan terhadap sang Pencipta kita. Semua
manfaat ilmu pengetahuan adalah sebuah kekayaan. Nabi Muhammad Shalallahu
Alaihi Wassalam membawa kepada kita risalah dari Allah yang lengkap dan
sempurna.
”Pada hari ini
telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu
nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.” (Al-Maidah:3)
Sesuai dengan ramalan dari
Rasululloh, Agama islam datang sebagai sesuatu hal asing dan islam akan menjadi
sebuah hal yang asing. Selama beberapa abad yang lalu, kaum muslimin mulai
menjauh dari agama dalam kehidupan pribadi serta kehidupan kebersamaan mereka.
kemunculan kekuatan global dari barat telah memipin penyebaran banyak pemikiran
dan filosofi yang sangat banyak bertentangan dengan ajaran utama agama islam.
Ajaran sekuler barat adalah sebuah pemikiran dalam bidang pengetahuan yang jauh
keluar dari lingkup agama. Karena barat telah banyak memimpin dalam berbagai
bidang ilmu pengetahuan, maka kaum muslimin telah dipaksa untuk belajar,
mengadopsi dan menerima pemikiran-pemikiran barat tersebut. Proyek islamisasi
ilmu pengetahuan adalah sebuah usaha atau percobaan untuk mendapatkan manfaat
dari aspek kemajuan ilmu pengetahuan di barat, sembari menghilangkan pengaruh
komponen sekuler dan ateisme. Hal ini pasti akan sulit di laksanakan mengingat
banyak dari pemikiran barat bertentangan dengan pandangan islam yang sakral dan
berbeda dengan asumsi dasar dari ilmu pengetahuan barat dan islam tidak bisa
didiskusikan secara bebas dan berlebihan. Meskipun demikian, ini adalah sebuah
isu yang berprioritas tinggi, karena bagaimanapun juga seorang muslim muda harus
dilatih untuk memegang sebuah peranan besar di masa depan kita. Tapi metode-metode
pelatihan dan pembelajaran yang dibawa dari barat sangatlah tidak pas. Dan di
saat yang sama kita tidak mampu mencari jalan alternatif ataupun menolak
kontribusi barat dalam memasok ilmu pengetahuan untuk manusia. Maka mencari
sebuah cara yang pas untuk permasalahan tarsebut adalah tujuan dan keinginan kita.
Artikel ini adalah salah satu
bagian dari proyek islamisasi ilmu pengetahuan. Pandangan islam dalam masalah
ilmu pengatahuan, adalah sebaik-baik metodologi untuk pengajaran dan pembelajaran,
dan hal ini berbeda secara mendasar dengan pandangan pemikiran barat dalam
masalah ilmu pengetahuan. Salah satu pemikiran utama dari sekulerisasi barat
adalah bahwa ilmu pengetahuan dapat di golong-golongkan, seperti beberapa
wilayah ilmu layaknya Sains, matematika dan lainya, tidaklah memiliki hubungan
sama sekali dengan agama. Oleh karenanya kita akan menunjukan bahwasanya islam
memberikan pencerahan ke semua wilayah ilmu pengetahuan. Kita akan menunjukan
bagaimana pandangan kita secara mendasar dalam sebuah subjek berubah ketika isinya
di cernakan kedalam sebuah kerangka makna sesuai dengan nilai islam.
Kita akan memulainya dengan
mempelajari proses pengajaran dan pembelajaran. Nabi Muhammad Shalallahu
Alaihi Wassalam di utus sebagai seorang guru, dan islam memiliki sebuah
koleksi yang sangat banyak mengenai prinsip-prinsip penting tentang bagaimana
mengajar dan belajar. Pengadopsian secara luas mengenai pendekatan pemikiran
barat kepada pendidikan hanya membawa ketidak jelasan tentang prinsip-prinsip
yang berkarakter pendidikan islam. mungkin kita hanya akan bisa meninjau
beberapa esensi elemen-elemen dari prinsip-prinsip islam di artikel pertama
ini.
Dalam artikel ini, kita akan
membuka bahwa islam memiliki pendekatan sendiri yang unik terhadap ilmu
pengetahuan, baik untuk para pengajar ataupun para siswa. Pendekatan ini
berbeda dengan pendekatan yang di gunakan di barat dan juga pendekatan yang
taklid di timur. Dan sayangnya, karena
kaum muslimin sudah dipaksa untuk meniru, akhirnya ini telah membuat sebuah
kesan bahwa kaum muslimin tidak memiliki cara pendekatan mereka sendiri. Dan
ini sangat penting untuk di lawan. Dan ini adalah tujuan utama dari artikel
pertama ini.
Nabi Muhammad Shalallahu
Alaihi Wassalam di utus sebagai seorang guru, Beliau adalah guru terbaik
sepanjang masa. Belajar tentang prinsip-prinsip pengajaran dan pembelajaran
dari Beliau akan membawa kepada cara pendekatan-pendekatan terbaik dalam
mengajar dan belajar. Maka dari itu kita akan mencoba menyaring beberapa
prinsip dari bentuk pendidikan islam dan mendalaminya di sini. (Bersambung)
No comments:
Post a Comment