Greet


Thursday, September 20, 2012

PENDEKATAN NILAI-NILAI ISLAM DALAM ILMU PENGETAHUAN

( Di sadur dari materi kuliah DR Atiq Ur Rehman tentang Statistik For Muslims)

 Bagian IV: Haus Akan Ilmu Adalah Bagian Dari Islam

            Pada zaman keemasan islam, sebuah elemen penting dalam percepatan pertumbuhan kekuatan islam adalah dahaga seorang muslim terhadap ilmu pengetahuan, yang terinspirasi oleh risalah suci. Kaum muslimin saat itu sangat berhasrat sekali dalam mencari ilmu pengetahuan dari berbagai sumber yang ada. Mereka mengadopsi elemen-elemen ilmu pengetahuan yang bermanfaat dari peradaban Yunani, India, China, Persia dan peradaban-beradaban yang lain. Jadi proses islamisasi ilmu pengetahuan ini telah sukses di terapkan oleh kaum muslimin bertahun-tahun yang lalu. Perlu diketahui salah satu aspek penting penyebab kemunduran Kaum muslimin adalah mereka telah kehilangan rasa dahaga akan ilmu pengetahuan.  Kebodohan dan buta huruf telah menyebar luas ditengah kaum muslimin. Maka dari itu para pengajar harus memiliki rasa tanggung jawab untuk menginspirasi murid-muridnya dalam mencari ilmu, begitu juga para murid  harus memiliki rasa tanggung jawa untuk meletakkan semua usaha-usaha mereka dan pengorbanan mereka menjadi sebuah tambahan ilmu pengetahuan.

            Ada banyak hal yang dahsyat dalam kandungan ayat-ayat Al-Qur’an dan Hadits-Hadits yang berkenaan dengan ilmu. Beberapa ayat pertama yang diwahyukan berisi tentang perintah untuk membaca, dan keagungan rahmat Allah yang mengajari manusia dengan ilmunya yang mereka tidak ketahui. Maka dari itu, peranan Allah sebagai seorang pengajar adalah salah satu rahmat Allah yang paling agung. Semua makna-makna dari ayat-ayat ini adalah untuk memotivasi kita menjadi antusias dalam Tholabul ilmi.
“Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: "Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu mamang benar orang-orang yang benar!" (Al-Baqarah:31)
“Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah[36] kamu kepada Adam," maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir”.(Al-Baqarah:34)
Allah Ta’ala menciptakan Adam Alaihissalam dan menganugerahinya ilmu pengetahuan yang menjadi salah satu alasan beliau lebih mulia dari pada para Malaikat. Alasan inilah yang menyatakan superioritas beliau nabi Adam bahwa malaikat telah diperintah Allah untuk tunduk kepadanya. Dan alasan inilah juga yang menyatakan penolakan dan pembangkangan superioritas nabi Adam Alaihissalam oleh Iblis La’natulloh. Jadi ilmu pengetahuan inilah yang menjadi salah satu alasan mengapa manusia lebih agung daripada para malaikat.
                Serupa dengannya, Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam perah bersabda bahwa  manusia karena ilmu itu lebih tinggi derajatnya dari pada para ahlul ibadah,  ini sama halnya dengan kemuliaan Rasulullah di atas para sahabatnya. (Hadeeth 30, Muntakhib Ahadeeth Ilmo Zikr). Di hadits yang lain beliau juga menyatakan bahwa Allah Ta’ala memudahkan jalan menuju Surganya untuk para pencari ilmu, dan sesungguhnya para malaikat akan membentangkan sayap-sayap mereka kepada pencari ilmu sebagai keridhaan atas apa yang ia perbuat. Dan sesungguhnya penghuni langit dan di bumi, sampai ikan-ikan di laut pun memohonkan ampun untuk orang-orang yang berilmu. Dan sesungguhnya keutamaan orang yang berilmu atas ahli ibadah seperti keutamaan bulan purnama atas semua bintang-bintang. Dan sesungguhnya para ulama adalah pewaris para Nabi. Dan sesungguhnya para Nabi itu tidak mewariskan dinar dan dirham, tetapi mewariskan ilmu. Barangsiapa yang mengambilnya maka dia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR Abu Dawud).
                Dikarenakan firman Allah tentang perintah menuntut ilmu, kaum muslimin zaman dahulu telah menciptakan sebuah peradaban yang penuh dengan nilai ilmu pengatahuan di segala bidang. Perpustakaan Baghdad memiliki koleksi lebih dari 800 juta jilid buku. Terdapat peranan yang sangat besar secara nyata kaum muslimin saat itu untuk semua bidang ilmu pengetahuan. Sayangnya hari ini, para pelajar muslim banyak yang tidak sadar akan pentingnya peranan kaum muslimin dalam pengembangan sains modern. Seperti yang di jelaskan dalam buku “The Theft Of Story” oleh Jack Goody (2012), Orang-orang eropa telah membuat prioritas terhadap penemuan-penemuan Scientific peradaban-peradaban lain seperti teori al jabar, teori bedah, optical, teori heliosentris dan banyak lagi, dan mereka orang-orang eropa mengeklain penemuan-penemuan tersebut sebagai penemuan mereka. lebih jauh lagi, mereka telah menyatakan bahwa orang-orang eropa dilengkapi dengan kemampuan unik untuk berpikir rasional dan Sainstifikal. Blaut (2000) telah mendokumentasikan pemikir-pemikir dan sejarawan-sejarawan berpengaruh dan popular seperti Webber, White, Mann, Hall, dan Landees yang setuju dengan statemen bahwa orang-orang eropa memiliki sentuhan kreativitas dan saintifik yang unik. Statemen tersebut yang menyatakan peradaban eropa adalah unik dan luar biasa sering disebut dengan “Eurosentrisme”. Statement ini dibangun dalam model-model pengajaran eropa dan ini diserap oleh para pelajar muslim tanpa melihat referensi terhadap prosedur-prosedur muslim di dalam Study mereka. Tapi ini adalah sebuah rintangan untuk mengembangkan kepercayaan diri dan keahlian yang digunakan untuk pembuatan inovasi-inovasi dan peningkatan-peningkatan dalam area-area ilmu pengetahuan.
                Baru-baru ini terdapat sebuah karya yang mendokumentasikan tentang asal-usul Sains dalam peradaban islam beserta fakta-faktanya baik berupa sikap teoris ataupun empiris dalam Al-Qur’an. El-Masrafy telah menuliskan pula pengaruh besar Al-Qur’an terhadap para intelektual eropa dalam bukunya “The Enlightenment Qur’an”.  (bersambung)
 

No comments:

Post a Comment