Greet


Wednesday, September 19, 2012

PENDEKATAN NILAI-NILAI ISLAM DALAM ILMU PENGETAHUAN

( Di sadur dari materi kuliah DR Atiq Ur Rehman tentang Statistik For Muslims)

Bagian II: Ilmu Pengetahuan Adalah Termasuk Pemberian Terbesar Dari Allah

Allah menganugerahkan al hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Quran dan As Sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah)”  (al-Baqarah:269)
Firman Allah di atas ditanamkan secara kuat dengan surat tentang pentingnya ilmu pengetahuan, yakni Surat  al-Alaq 1-5:
Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal daging. Bacalah dan Tuhanmulah yang maha Pemurah.Yang mengajar manusia dengan perantara kalam (tulis dan baca). Dia mengajar manusia sesuatu yang tidak diketahuinya”.

Rahmat dari Allah telah di sampaikan sebagai sebuah pengajaran untuk membaca dan menulis serta memberikan pehaman bagi manusia tentang apa yang tidak mereka ketahui. Wahyu surat pertama ini dikuatkan juga dengan banyak ayat lain di Al-Qur’an serta hadits-hadits yang memberikan penjelasan tentang keutamaan ilmu.
Abu Darda pernah berkata:” Barangsiapa meniti satu jalan untuk mencari ilmu, niscaya –dengan hal itu- Allah mudahkan baginya jalan menuju Surga. Dan sesungguhnya para malaikat akan membentangkan sayap-sayap mereka kepada pencari ilmu sebagai keridhaan atas apa yang ia perbuat. Dan sesungguhnya penghuni langit dan di bumi, sampai ikan-ikan di laut pun memohonkan ampun untuk orang-orang yang berilmu. Dan sesungguhnya keutamaan orang yang berilmu atas ahli ibadah seperti keutamaan bulan purnama atas semua bintang-bintang. Dan sesungguhnya para ulama adalah pewaris para Nabi. Dan sesungguhnya para Nabi itu tidak mewariskan dinar dan dirham, tetapi mewariskan ilmu. Barangsiapa yang mengambilnya maka dia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR Abu Dawud).
                Oleh Karena itu secara khusus, kita harus melakukan pendekatan terhadap ilmu pengetahuan sebagai sebuah makna peningkatan spiritual, perubahan kepribadian dan berniat untuk melakukan perubahan di kehidupan sekitar kita. Ini adalah bukan sebuah jalan atau cara untuk mencari kesenangan kehidupan, tapi sebuah cara untuk meningkatkan nilai pribadi kita yang bertujuan untuk menciptakan hal-hal yang positif.

Bagian III: Allah Ta’ala Memberikan Ilmu Kepada Siapa Saja Yang Allah Pilih

 Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi” (Al-Baqarah:255)
“Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka daripada cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.” (Al-Baqarah:257)
                Allah memberikan cahaya ilmu kepada siapa saja yang memiliki iman. Mereka yang mengingkari Allah akan terbawa menuju kegelapan. Ini bermakna bahwa banyak sekali dari apa yang muncul menjadi ilmu pengetahuan dari orang-orang non-muslim tidak di ketahui secara nyata. Oleh karena itu salah satu dari tujuan kita di tulisan ini adalah untuk menungkap fakta-fakta dan kenyataan-kenyataan tersebut.
                Konsekuensi penting yang lain dari hal ini adalah kita harus mencari ilmu pengetahuan dari Allah, dengan do’a dan dengan istighfar. Hal ini memiliki esensi untuk membersihkan hati kita dari dosa-dosa, karena cahaya Allah tidak akan menyinari hati yang gelap oleh dosa. Mencari ilmu adalah ibadah, dan tinta dari pena para pencari ilmu tersebut dinilai seperti darah para syuhada. (bersambung)


No comments:

Post a Comment