Pren, banyak sekali di antara kita sering melupakan satu
organ ini, organ yang bisa mempengarui tingkah polah tindak tanduk manusia. Jarang
sekali di lakukan treatment (halah basa opo iku???) wes yang jelas sehat ga
sehat yo mbuh terserah pokokmen jalan aja. Hah kalo gini mah makanya ga salah
disebut Menungso : Menus-menus ga rumongso. Nah nama organ tersebut
adalah hati utawi Qolbun. Hati sangatlah mempengaruhi ke shalihan plus ke
Thalihan hidup manusia. Rosulullah Muhammad pernah bersabda:
“Sesungguhnya di dalam jasad manusia itu ada sebuah
gumpalan daging, jika dia baik maka baik pula seluruh jasad(tingkah)nya semua,
dan jika dia buruk maka buruklah semua jasad manusia. Segumpalan itu adalah
Hati. (Muttafaq ‘alaih)”
Pren masak Rosulullah sabdanya ngada-ada? Kan tidak mungkin
tho? Nah dari perkataan tersebut menyatakan hati itu sangat vital mampu
mempengaruhi seluruh organ yang lain sehingga akan menghasilkan sebuah tingkah
bin perilaku yang baik atau buruk.
Makanya kita
harus rawat bener-bener hati kita, jangan sampai hati kita sakit atau bahkan
mati. Kita harus berhati-hati dengan berbagai penyakit hati serta indikasi yang
bisa menyebabkan sakit tuh hati. Imam Ibnu Qayyim Rahimahullah menyatakan
ada empat jenis penyakit hati yang tanpa kita sadari kita sering melakukannya. Empat
penyakit tersebut adalah:
Ø Banyak Makan
Wah ini nih penyakit yang tanpa di
sadari ombyokan nyerang para tholibul ‘ilmi. Pikirane cuman luwe melulu.
Dikit-dikit makan , ada juga yang makan dikit-dikit tapi terus (heh ini mah
sama aja makan terus). Beliau Imam Ibnu Qayyim menyatakan bahwa banyak makan bisa
menyebabkan hati rusak karena berawal dari banyak makan manusia akan bermalas-malasan.
Nah kalo di piker benar juga, biasa setelah makan kita sering menjadi males-malesan
beraktivitas. Malah beredar ‘dalil’ dikalangan santri-santri “Ni’matun Naum
Ba’da dahar” . tuh dalil mang bener, bener-bener Dholal maksudnya. Makanya hati-hati
dengan urusan perut opo maneh ngisor perut (lho-lho koq malah ga nyambung)
Ø Banyak
Melihat
Sering kita dengar ungkapan dari mata
turun ke hati. Dan ungkapan ini memang benar karena pandangan mata akan
mempengaruhi pandangan hati puka. Tapi inilah penyakit yang paling di gemarin
anak-anak muda, penyakit mata jelalatan. Liat sana sini tanpa kendali. Apa lagi
sekarang jaman udah canggih, kalo dulu pengen liat-liat cwek harus nongkrong
dipinggir jalan sambil mbiji. Tapi kalo sekarang internet tersedia dan bisa
diakses tanpa batas. Wal hasil hobi mantengin cewek jadi tersalurkan lebih
mudah, apa lagi yang punya akun FB, wah langsung tiap hari mbiji terus, ‘wah
ini lumayan, wah yang ini luarr biasa (luar biasa ancur maksudnya), wah yang
ini baru cuakep bin wuuayu dan wah2 yang lainnya’ (wah kliatan ni kalo
pengalaman). Dan juga masih buanyak ombyokan fasilitas-fasilitas di internet
yang mempermudah menyalurkan bakat terpendam yakni ‘mbiji rupo’.
Ø Banyak
bergaul
Banyak bergaul di sini yang dimaksud
oleh al imam Ibnu Qayyim adalah banyak bergaul yang tidak memberi manfaat,
hanya madharat saja. Penyakit ini juga tak jarang sering melanda kita tanpa
sadar. Di karenakan ga ada kesibukan akhirnya kita menyibukkan diri dengan
hal-hal yang kurang manfaat. Banyak bergaul tapi bergaulnya ama orang-orang
yang GJ (ga jelas). Yang cowok bergaul ama orang yang hobi ngrokok mabuk dan nyewek.
Yang cewek suka bergaul ama orang-orang yang hobi pake baju tapi ga lengkap,
you can see gitu. Alasannya ga gaulah klo ga rokokan ga mabukan bagi yang
cowok. Ga gaul lah klo pake jilbab buat yang cewek, gaul tuh kalo pake tanktop.
Ngomong gaul-gaul tapi kalo di Gaulin malah nangis (iki opo meneh hubungane).
Ø Banyak Bicara
Wah inilah penyakit yang paling
digemarin oleh umat manusia di Dunia ini.
Paling nikmat kalo udah ketemu pasangan ngobrol yang enak. Mending kalau
ngobrolnya manfaat, tapi kebanyakan adalah Ndoboz, ngobrol ngalor ngidul
ga ada manfaatnya. Karena emang lidah ini adalah alat yang paling vital mampu
memberi pengaruh besar. Dan ntar ujung-ujungnya dari banyak bicara ini muncul ghibah,
nyalthu, ngomong jorok dan garis finisnya adalah bermuara ke hati,
akhirnya hati terbiasa dengan pembicaraan-pembicaraan yang madhorot. KH Zahid
Anwar, Kyai asal Bojonegoro menyatakan bahwa manusia itu di ciptakan memiliki tujuh
lubang. Sembilan lubang tersebut adalah dua lubang telinga, dua lubang hidung,
satu lubang mulut, sisa dua lubang lagi, lanjutin dwe yo, hehehe. Dari ke tujuh
lobang tadi apa yang di keluarkan semuane ga ono seng enak, semakin besar
lubang semakin ga enak. Dan ternyata saudara-saudara, lubang terbesar adalah
lubang mulut. Jadi hati-hati menggunakan lubang terbesar dalam diri kita
ini jika tak terkendali ya akhirnya metune cuman yang welek2 aja.
Nah pren itu
tadi empat penyakit hati yang tanpa sadar setiap hari kita lakukan. Akhirnya hati
pun jadi semakin rusak karena terbiasa dengan hal-hal yang dapat merusak hati. Padahal
di hari akhir nanti yang paling bermanfaat bagi manusia adalah hatinya yakni
hati yang bersih dan selamat. Allah berfirman:
“Hari di
mana tidak bermanfaat semua harta benda dan anak-anak kita kecuali yang datang
menghadap Allah dengan hati yang selamat (salim)”
Maka dari
itu ikhwah mari senantiasa bersihkan selalu hati kita, update selalu kebersihan
hati kita, jangan cuman update status doank tapi hati juga harus di update. Salah
satu cara supaya kebersihan hati kita selalu terupdate adalah dengan banyak
mengingat Allah dan juga sibukanlah diri kita dengan ibadah jangan sampe waktu
kita banyak yang terbuang kosong begitu saja. Karena biasanya di waktu kosong
itulah setan memanfaatkanya untuk merusak hati manusia. Wallahua’lam tawashi
bil haq tawashi bis shobr.
No comments:
Post a Comment