Greet


Wednesday, March 7, 2012

3N (NITENI, NIRO’KE, NAMBAHI)


            Suatu hari saat berjalan jalan keliling kota, saat memperhatikan toko2, warung2 dll, hanya satu kata,” masya allah koq bs kyk gitu (ga layak tuh utk sebuah warung makan ataupun toko)”. Tulisannya sih VIP tapi kenyataannya ekonomi aj udah maksa tuh, payah….  Tempatnya, kebersihannya masya allah… yang kayak gitu ga cuman 1 atau 2 tapi banyak. Memang dsini jiwa persaingan dan inovasi sangatlah minim, yang penting laku dan yang penting banyak pelanggan dan yang penting yang penting yang lain ga mikirkan kenyamanan. Padahal kenyamanan, inovasi dan persaingan bisa menjadi satu titik ketertarikan pelanggan tuk mendatanginya.
            Inilah sebuah potret kehidupan yang cukup miris, hanya berprinsip pada kata yang penting dan yang penting tanpa melihat aspek-aspek penunjang yang lain. Mungkin contoh diatas hanya gambaran dalam hal kelayakan warung makan atau toko.

Monday, February 27, 2012

REZEKI YANG TAK TERDUGA


Suatu hari pada akhir bulan februari 2012 tepatnya ketika pagi hari jam 10an saat sedang melantunkan dan menikmati indahan bacaan al qur’an (heh kayak bagus2 aja suaranya, hhe..). Terbetikkah di hati rasa lapar ingin makan sesuatu. Kemudian saking sdah kelaparan dan waktu itu tidak ada makanan yang bs disantap sebagai pengganjal perut ini yang sudah dipenuhi dengan “cacing-cacing yang sedang berdemo”, bergeraklah ibu jari untuk memencet tombol-tombol keypad di hp alias sms teman satu kamar yang waktu itu sedang keluar ke kampus. “Mas engko nek muleh gwo sesuatu leng iso dipangan yo (mas ntar klo pulang bwa sesuatu yang bisa dimakan ya)..” begitulah kira-kira bunyi sms yang dilayangkan. Sesaat setelah sms tadi dilayangkan ‘alarm biologis’ berbunyi kemudian melangkahlah kaki ini untuk menuju toilet guna memenuhi ‘panggilan biologis’. Setelah menunaikan hajat, kembalilah kaki ini melangkah ke masjid untuk melanjutkan membaca dan muroja’ah al qur’an.. Tiba-tiba di masjid ada seorang lelaki yang sedang duduk membaca alqur’an. Kemduian lelaki itu memanggil, ”brother come here, do you search your mushaf? This is yours and I’m carrying some oranges, let’s eat it together”. Lalu terucap di hati rasa kagum dan syukur, “Masha Allah Alhamdulillah terima kasih ya Allah”. Sungguh maha besar Allah, baru terbetik di hati dan baru sms ke teman, tiba-tiba Allah sudah mengabulkannya.

Thursday, February 9, 2012

....ARTI SEBUAH NAMA....


Dalam pergaulan sehari hari kadang kita sering mendengar orang memanggil temannya dengan nama yang aneh, yang tidak logis klo untuk sebuah nama. Semisal woi dhus wedhus mreneo, atau woi bo (kebo), woi mbul(gembul), woi thus(kenthus), woi rut(jirut, curut), woi cuk(jianc*k) atau woi2 yg lain(weh ki jane meh ngsih contoh po mlah ngajari kie??hhe..). ketika khuznudzon mode on saat mendengar nama2 di atas sangatlah tdk mngkin kalau itu nama aslinya,  pasti itu nama laqob jelek pda teman orang tersebut. Kadang kala kita sering pula mendengar orang mengejek temaannya,” nte tuh lho kabotan jeneng rek, kapiken jnenge..”.
            Sebenarnya tanpa sadar jika kita memanggil teman atau saudara kita dengan laqob atau julukan yg jelek berarti kita  telah menyerupakan orng tersebut dengan laqob jelek yang diberikan.

Thursday, January 26, 2012

Manusia Ibarat Air


               Dalam obrolan, diskusi atau perbincangan dengan teman kita sering diejek dengan istilah,” KAMU INI LHO JADI MANUSIA YA JANGAN KAYAK AIRLAH YG HANYA MENGALIR MENGIKUTI ARUS….”.  Tapi benarkah seperti itu???.
            Jika kita mau membuka kembali pelajaran fiqih kita di bab awal masalah thoharoh, kita mungkin akan berpikir sekali lagi untuk mengatakan perkataan tadi. Di dalam kitab fiqih tersebut kita akan menemukan tentang filosofi air yang sangat bagus untuk diterapkan dalam kehidupan kita. Filsofi tersebut adalah air itu ada tiga jenis, air suci dan mensucikan, air suci tapi tidak mensucikan, dan air najis.
            Jika kita mencermati filosofi di atas, kenyataanya  manusia itu ibarat dengan air. Ada manusia baik dan membawa kebaikan, ada manusia baik tapi tidak membawa kebaikan (baik untuk dirinya saja), dan terakhir ada pula manusia yang buruk plus membawa keburukan.